Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Kapolres Lampung Utara: Pascapenggerebekan, Situasi di Tanah Miring Kondusif

Kapolres Lampung Utara: Pascapenggerebekan, Situasi di Tanah Miring Kondusif

264
BERBAGI
Kapolres Lampung Utara, AKBP. Dedi Supriyadi menjelaskan situasi kondusif pasca penggrebekan di daerah Tanah Miring, Kota Alam, Rabu (6/1/2016).

Feaby Handana | Teraslampung.com

Kotabumi–Kapolres Lampung Utara, AKBP. Dedi Supriyadi mengklaim situasi daerah Tanah Miring yang berada di Jalan Raden Intan, Kotabumi yang sempat memanas saat penggrebekan HE, bandar Sabu besar telah kembali kondusif.

Enggak ada masalah. Situasi (sudah) kondusif,” tegas Kapolres.

Orang nomor satu di jajaran Polres Lampung Utara ini menuturkan, penggrebekan yang dilakukan anggotanya ini semata – mata hanya untuk menekan atau bahkan memberantas peredaran narkoba khususnya di daerah – daerah yang dianggap rawan dengan peredaran narkoba.

Apabila terdapat halangan atau rintangan dalam memberantas peredaran narkoba seperti yang baru saja terjadi di daerah Tanah Miring merupakan hal yang wajar terjadi. Kendati demikian, rintangan itu tak akan pernah menyurutkan langkah pihaknya dalam menangkap bandar atau pengedar narkoba yang notabene menjadi musuh masyarakat.

“Penggrebekan ini dalam rangka tertangkap tangannya pelaku. Kalau ada rintangan, kami  anggap biasa.  Sekarang situasi sudah kondusif,” tandasnya.

Polres Lampung Utara kembali menggrebek daerah Tanah Miring, Kelurahan Kota Alam, Kotabumi Selatan, yang selama ini dikenal sebagai ‘daerah merah’ dalam peredaran narkoba, Rabu (6/1) sekitar pukul 12:30 WIB.

Menurut Kepala Satuan Narkoba Polres Lampung Utara, AKP. Jhon Kennedy menyatakan HE (40) yang diamankan dalam penggrebekan di kawasan Tanah Miring, Kota Alam dikarenakan diduga sebagai bandar besar sabu di wilayahnya.

“Berdasarkan barang bukti yang diamankan dari kediaman HE, kami perkirakan HE merupakan bandar besar di Lampung Utara,” kata AKP. Jhon kepada awak media di ruang Satnarkoba, Rabu (6/1).

Barang bukti yang diamankan itu, kata perwira menengah ini, yakni delapan bungkus besar plastik yang berisikan sisa – sisa Sabu. Satu plastik itu dapat memuat sekitar 10 gram sabu. Selain itu, masih ada dua timbangan elektrik, empat gunting, dua isolasi, dan sejumlah plastik kecil yang diduga untuk memecah Sabu menjadi paket – paket kecil.

“Awalnya, kami menerima informasi jika HE sedang memecah sabu di kediamannya. Setelah dipastikan kebenarannya, maka kami lakukan penggrebekan,” papar Jhon.‎