Beranda Hukum Kriminal Kapolsek Sungkai Utara Belum Pastikan Mulyono Tewas karena Jadi Korban Begal

Kapolsek Sungkai Utara Belum Pastikan Mulyono Tewas karena Jadi Korban Begal

394
BERBAGI
Ilustrasi

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Kapolsek Sungkai Selatan, Lampung Utara, Kompol Bismar‎k, mengaku belum dapat memastikan apakah Mulyono korban yang ditemukan bersimbah darah di kebun karetnya sebelum akhirnya meninggal di Rumah Sakit, Selasa sore (2/8/2016) merupakan korban para pembegal motor.

“Belum dapat dipastikan apakah korban adalah korban para begal, karena semuanya masih dalam penyelidikan,” kata Kapolsek Sungkai Selatan, Kompol. Bismark, melalui sambungan telepon, Rabu (3/8/2016).

BACA: Warga Desa Ketapang – Lampung Utara Tewas Dibacok Begal di Kebun Karet

Bismark mengatakan, ‎pihaknya hingga kini masih menyelidiki motif pembunuhan yang diawali dengan penganiayaan berat kepada korban. Hasil penyelidikan sementara, pelaku yang menganiaya hingga menyebabkan korban meninggal berjumalh dua orang. Kendati belum dapat memastikan apakah yang bersangkutan merupakan korban kejahatan kawanan begal motor, namun ia membenarkan jika motor yang biasa dibawa korban ke kebun juga telah raib.

“Hingga saat ini, sudah 2 saksi yang kami mintai keterangan. Motor korban memang hilang tapi kami belum dapat pastikan apakah korban merupakan korban kejahatan kawanan begal atau bukan,” terangnya.

‎sebelumnya, Mulyono (56), warga Dusun I, Desa Ketapang, Sungkai Selatan, Lampung Utara ditemukan roboh bersimbah darah akibat luka bacok dan hantaman benda tumpul, di kebun karet miliknya, ‎Selasa (2/8/2016) sekitar pukul 15:30 WB.

Akibat sejumlah luka khususnya di bagian kepala, Mulyono akhirnya tewas meski sempat mendapat pertolongan medis dari pihak Puskesmas dan Rumah Sakit sekitar ukul 17:00 WIB. Kuat dugaan Mulyono merupakan korban keganasan komplotan begal motor karena motor Honda Supra yang biasa digunakan korban ke kebun tak ada di lokasi.

Sekretaris Desa Ketapang, Darwani menceritakan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh Ngatijo. Saat itu, Ngatijo sedang menuju kebun miliknya yang letaknya berada di dekat kebun korban. Kebun korban berada di Dusun Bangun Mulyo atau Nangklak atau rimba pacet, Desa Ketapang. Saat melintas di kebun korban, ia terkejut melihat korban yang merangkak dengan penuh darah.

Terkejut dengan apa yang dilihatnya, Ngatijo lantas balik arah dan segera meminta pertolongan warga lainnya. Saat ditemukan, kondisi korban penuh luka bacok dan hantaman benda tumpul. Luka terparah terdapat di bagian kening yang diduga akibat sabetan senjata tajam. “Ngatijo langsung memberitahukan warga guna meminta pertolongan. Saat itu, ‎luka terparah terdapat di bagian kepala,” tuturnya.

Loading...