Kapten Kapal KRI Nanggala-402 Letkol Heri Oktavian di Mata Kakak dan Keluarganya

  • Bagikan
Kediaman Chandra Yunita, kakak sulung Kapten KRI Nanggala-402 Letkol (P) Heri Oktavian di Jalan Turunan Pemuka, Rajabasa, Bandarlampung. Ibunda Letkol Heri Oktavian, Muharleni (76 tahun), juga tinggal di rumah ini.
Kediaman Chandra Yunita, kakak sulung Kapten KRI Nanggala-402 Letkol (P) Heri Oktavian di Jalan Turunan Pemuka, Rajabasa, Bandarlampung. Ibunda Letkol Heri Oktavian, Muharleni (76 tahun), juga tinggal di rumah ini.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG –– Kabar tenggelamnya KRI Nanggala-402 menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar Letkol Heri Oktavian di Lampung. Selain menjadi kebanggaaan keluarga, Letkol Heri di mata kakak dan keluarganya dikenal sebagai sosok yang baik hati dan sangat perhatian sama keluarga.

Kakak sulung Letkol Heri Oktavian, Chandra Yunita, mengatakan dirinya mengenal adiknya (Heri) tersebut sebagai sosok yang cekatan, teliti dan penuh dengan persiapan sebagai tentara Angkatan Laut, maupun sebagai Kepala Keluarga dalam kesehariannya.

“Adik saya Heri ini orangnya teliti banget. Kalau pulang ke Lampung saja, semua peralatan anaknya saja sangat diperhatikan seperti tempat tidur, tempat makan dan lainnya itu sangat teliti. Saya yakin, dia (Heri) persiapannya dan teliti misalnya bawa tabung oksigen tambahan, atau upaya lainnya di kapal selam itu. Saya masih optimis, adik saya dan hal-hal ketelitiannya dalam bekerja,”ujarnya kepada Teraslampung, di Bandarlampung, Senin (26/4/2021).

Yunita mengaku ia sangat bangga dengan adik bungsunya itu. Ia dan keluarga selalu  mendukung penuh setiap tugas dan tanggung jawab negara yang diberikan kepada Heri Oktavian.

“Kami semua mendukung Heri. Ia adik yang sangat baik dan sangat perhatian sama keluarga. Ia selalu bertanggung jawab terhadap tugasnya,” katanya.

Yunita mengutarakan, adiknya Letkol Heri terakhir pulang ke Lampung pada Idul Fitri 2017 silam. Sebab, adiknya ini harus berangkat ke Hamburg, Jerman. Selanjutnya, ia langsung menjabat Komandan Sekolah Awak kapal Selam (Dansekasel) di Pusat Pendidikan Khusus sejak November 2019, hingga akhirnya ditunjuk menjadi Komandan KRI Nanggala 402 pada 2020.

Selain itu, kata Yunita, sang adik juga tercatat pernah menimba ilmu Survival di Australia serta kuliah di Nanyang Universiti Australia. Pada tahun 2020, Ibu juga sempat diajak ke Surabaya bahkan ibu juga sempat diabawa masuk oleh adiknya Letkol Heri masuk ke Kapal Selam KRI Nanggala 402 dan Kapal Selam lainnya.

“Adik Saya Heri ini terakhir ke Lampung itu 2017. Terahir kontakan via telephon video call beberapa hari sebelum berangkat berlayar, tapi yang angkat istrinya dan dikabarin sama istrinya kalau Heri mau berangkat latihan,”kata Yunita kepada teraslampung.com di kediamannya, Senin (26/4/2021)

Adiknya Letkol (P) Heri Oktavian ini, kata Yunita, merupakan lulusan Akbari angkatan 48. Semenjak dari tugas, dia (Heri) memang tinggal di Surabaya. “Tinggalnya di Komplek TNI AL di daerah Kenjeran, Surabaya,”ujarnya.

Menurutnya, Heri baru diangkat menjadi Komandan KRI Nanggala-402 baru sekitar setengah tahun ini.

“Heri diangkat sebagai Komandan KRI itu, setelah dia (Heri) lulus dari Sesko di Jerman dua tahun lalu (2019). Sebelumnya, adik saya Heri ini sebagai Kepala Sekolah Kapal Selam,”terangnya.

Selama beberapa tahun ini, lanjut Yunita, adiknya Heri tersebut kerap sekolah dan mengenyam pendidikan Survival di Australia.

“Selama ini memang, Heri sering ditugaskan di luar terus. Selain di Surabaya dan Jakarta, dia (Heri) juga pernah ke Jepang,”tuturnya.

Dia menambahkan, Heri ini merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. “Kalau saya anak yang tertua (pertama), kakaknya yang nomor dua sudah meninggal dunia dan yang nomor tiga ada di Jakarta. Heri punya dua anak, dua-duanya perempuan semua,”ucapnya.

Yunita mengakui, bahwa keluarganya sudah lama tinggal di Kota Metro yakni sejak tahun 1995. Ia dan keluarga, sebenarnya berasal dari Baturaja, Sumatera Selatan.

Ayahnya memang benar seorang anggota Polri, ayah lulus di lahat dan usai lulus pindah ke Aceh lalu pindah lagi ke Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Terakhir ayah bertugas di Lampung menjabat sebagai Waka Polres Lampung Timur hingga akhirnya pensiun.

“Sebelum pindah ke Lampung, adik saya Heri ini memang berpindah sekolah ke Yogyakarta. Waktu itu Heri dimasukkan ke sekolah Muhammadiyah, maksudnya biar enggak pindah-pindah lagi. Setelah lulus di sana, barulah Heri daftar di TNI AL,”ungkapnya.

Atas peristiwa ini, dirimya berharap adiknya tersebut tetap bisa pulang dengan selamat.

“Ya kami keluarga masih tetap berharap apapun itu kabarnya, dan kami juga meminta agar adik saya Heri bersama kru KRI Nanggala-402 bisa pulang dengan selamat semua,”tandasnya.

  • Bagikan