Beranda News Nasional Karena KPAI, Djarum Hentikan Audisi Bulu Tangkis

Karena KPAI, Djarum Hentikan Audisi Bulu Tangkis

20
BERBAGI
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. - PB Djarum
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. - PB Djarum

TERASLAMPUNG.COM — Karena sikap keras Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menuduh PB Djarum telah melakukan eksploitasi anak, PB Djarum akan menghentikan program audisi program pembibitan calon pebulutangkis Indonesia.

Melalui Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin, PB Djarum menyatakan akan menghentikan sementara waktu program audisi setelah adanya desakan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait dengan tuduhan eksploitasi anak.

Keputusan ini dinilai banyak pihak sangat tragis, karena faktanya selama ini PB Djarum adalah segelintir pihak yang mau bersusah payah menggelontotkan dana besar untuk mencari bibit baru atlet bulutangkis Indonesia.

Selain warganet yang menggalang dukungan melalui petisi di Change.Org, PBSI juga menyayangkan keputusan PB Djarum tersebut.

Sekjen PBSI, Achmad Budiharto,  menyatakan selama ini PB Djarum mampu menyumbang atlet-atlet untuk masuk dalam Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas).

“PB Djarum sejauh ini menjadi klub yang paling berkontribusi besar menyumbang atlet hebat ke Pelatnas. Bahkan saat ini lebih dari 50% pemain Pelatnas adalah atlet PB Djarum,” katanya, Minggu, 8 September 2019.

Meski begitu, Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 dipastikan bakal terus berjalan. Setelah sukses digelar di Bandung, rangkaian kedua audisi umum tahun ini sudah dimulai sejak pagi tadi, Minggu (8/9/2019) dan bakal berlangsung hingga Selasa (10/9/2019) di GOR Satria Purwokerto.

Selanjutnya rangkaian audisi umum akan berlangsung di Surabaya 20-22 Oktober, Solo Raya 27-29 Oktober, dan Kudus 17-19 November, hingga tahap final yang juga bakal berlangsung di Kudus 20-22 November.

Sejak 2006, Bakti Olahraga Djarum Foundation berkeliling ke sejumlah daerah di Indonesia untuk mencari bibit pemain potesial. Mereka diseleksi oleh PB Djarum dan masuk dalam pemusatan latihan yang dikelola oleh yayasan itu.

Bahkan, secara simultan Bakti Djarum Foundation juga menggelar turnamen khusus untuk atlet junior.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan bahwa penghentian kegiatan audisi sesuai dengan permintaan pihak terkait.

“Sesuai dengan permintaan pihak terkait, pada audisi kali ini kita menurunkan semua brand PB Djarum. Karena dari pihak PB Djarum sadar untuk mereduksi polemik itu kita menurunkannya. Kedua, kaos yang dibagikan kepada ana-anak tidak akan kami bagikan lagi seperti sebelumnya, dan mereka akan memakai kaos asal klubnya masing-masing, dan itu sudah lebih dari cukup. Kita sudah memutuskannya, tidak ada deal-dealan lagi, diterima atau tidak, kita sudah memutuskan seperti itu,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi PB Djarum, Minggu (8/9/2019).

Yoppy menyatakan bahwa pihaknya akan mundur sementara waktu demi kebaikan semua pihak dan menghindari polemic berkepanjangan.

“Kemudian pada audisi kali ini juga saya sampaikan sebagai ajang untuk pamit sementara waktu, karena di tahun 2020 kita memutuskan untuk menghentikan audisi umum. Memang ini disayangkan banyak pihak, tetapi demi kebaikan bersama kita hentikan dulu, biar reda dulu, dan masing-masing pihak agar bisa berpikir dengan baik,” jelas Yoppy.

Keputusan pamitan itu untuk mengakhiri polemik berkepanjangan sejak beberapa waktu lalu, ketika PB Djarum dituduh melanggar oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang menilai adanya unsur eksploitasi anak.

KPAI juga mendesa Djarum Foundation menghentikan penggunaan anak sebagai promosi brand image dalam kegiatan audisi tersebut.

“Kita sudah menjelaskan dan banyak bukti kalau PB Djarum itu bukan produk tembakau, dan tahun lalu pun kita dapat penghargaan sebagai Institusi Olahraga of the Year dari Menpora. Itu bukti nyata kita bukan produk rokok,” ujar Yoppy.

Meskipun lebih banyak pihak yang mendukung PB Djarum untuk terus melakukan penjaringan atlet potensial lewat audisi umum, namun Yoppy tetap menegaskan jika tahun in merupakan terakhir kalinya.

“Tetapi bulu tangkis harus tetap semangat, PB Djarum akan berada di garda terdepan untuk pembibitan-pembibitan usia dini dengan segala upaya. Tetapi audisi sementara dihentikan dulu. Jadi nanti kalau ada yang nangis, saya minta maaf.”

BISNIS

Loading...