Beranda Teras Berita Karnaval HUT RI: Warga Lampung Timur Antusias Saksikan Atraksi Seni Budaya

Karnaval HUT RI: Warga Lampung Timur Antusias Saksikan Atraksi Seni Budaya

745
BERBAGI
Mashuri Abdullah/Teraslampung.com

Seni Reog Ponorogo mewarnai acara karnaval di Kecamatan Purbolinggo,Lampung Timur, Minggu,17 Agustus 2014. (Teraslampung.com/Mashuri Abdullah)
PURBOLINGGO – Untuk memeriahkan
HUT ke-69 RI, masyarakat Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur menggelar karnaval,
Minggu (17/8).  Para peserta karnaval
berusaha menarik perhatian penonton dengan berbagai kostum, kendaraan hias,
atau atraksi yang ditampilkan.
Peserta antara lain
berasal dari perwakilan seluruh desa di Purbolinggo, dan sekolah-sekolah.
Bahkan murid-murid TK/PAUD juga tidak ketinggalan mengikuti kegiatan tahunan
ini.  Meski dengan dana swadaya, peserta antusias menampilkan kostum dan
tema menarik, demi menarik simpati masyatakat.
Berbagai tema ditampilkan
peserta, seperti perjuangan dengan senjata bambu runcing dan kendaraan perang.
Atraksi budaya tradisional seperti ogoh-ogoh, reog Ponorogo dan kuda lumping.
Bahkan, ada juga yang mengarak patung tikus dengan ukuran besar untuk menggambarkan koruptor yang menggerogoti dana pembangunan.

Masyarakat tampak antusias menunggu di pinggir
jalan sejak pukul 13.00 menanti peserta karnaval melintas.  Kegiatan
karnaval sendiri baru dimulai pukul 14.00, dengan start dari Lapangan Merdeka
depan kantor Kecamatan Purbolinggu, lalu melintasi jalan-jalan utama
Purbolinggo dan kembali ke Lapangan Merdeka.

Acara
yang rutin digelar setiap tanggal 16 Agustus itu menjadi rangkaian peringatan
HUT RI yang sangat dinanti warga.  Bahkan, tidak hanya warga Purbolinggo
saja yang menyaksikan karnaval, tetapi juga dari  kecamatan lainnya seperti Sukadana, Waybungur,
dan Batanghari Nuban.  Warga dari kecamatan lain rela jauh-jauh datang ke
Purbolinggo karena di Lampung Timur hanya daerah inilah digelar karnaval.


Sugeng,
salah seorang pamong desa, mengaku desanya menampilkan atraksi reog. Untuk
menampilkan tema ini, kata Sugeng, warga iuran. “Jumlahnya sukarela saja. Setiap warga dimintai sumbangan oleh ketua RT. 
Sebagian dana yang berhasil dikumpulkan untuk kegiatan karnaval, dan sebagian
disetor ke kecamatan untuk biaya seluruh rangkaian peringatan HUT RI tingkat
kecamatan,” kata Sugeng.

Sementara
itu, Sulastri, salah satu penonton, mengaku senang bisa menyaksikan karnaval tahunan
ini. “Senang Mas, dapat hiburan gratis. Saya ajak semua anak-anak nonton,” ujarnya.

Loading...