Karto Israel

  • Bagikan

Oyos Saroso H.N.

Karto yang ayahnya juragan krambil (kelapa) namanya Karto Krambil. Karto yang ayahnya hobi berburu celeng namanya Karto Celeng. Nah, Karto yang paling ngeyel, paling sok tahu, kepo, dan menjengkelkan sedunia bernama Karto Israel.

Semua Karto tinggal di Negeri Rai Munyuk. Ada 100-an Karto di Negeri Rai Munyuk. Ada yang baik-baik saja. Ada pula yang menjengkelkan. Yang paling menjengkelkan tentu saja adalah Karto Israel.

Perihal nama Karto Israel, konon sejarahnya lumayan panjang. Berdasarkan kisah yang saya dengar dari mulut ke mulut, julukan Karto Israel muncul ketika mulai diketahui bahwa Karto anaknya Pak Karto Kemit menjadi sejenis makhluk superngeyel.

Alkisah, Karto Israel kecil disuruh Pak Karto Kemit memandikan sapi di sungai. Pak Karto Kemit punya banyak sapi. Setidaknnya ada 12 ekor. Yang digaduh sama tetangga lebih dari 20-an ekor. Semua sapi betulan. Bukan sapi jadi-jadian.

Ketika sudah ada di dekat kandang, Karto bertanya kepada ayahnya.”Ayah, yang mana yang harus dimandikan?”

“Yang putih!” teriak ayahnya.

 “Yang telinganya panjang apa yang telinga pendek?”
“Yang telinganya pendek!” jawab ayahnya.

“Yang jantan  atau yang betina?”

BACA JUGA:   Sewa Ambulans RSUAM Mahal, PR bagi Gubernur Ridho Ficardo

Ayahnya berdehem. Tanda mulai jengkel.

“Yang bunting atau yang tidak bunting?”Ayahnya berdehem lagi.

“Yang matanya cokelat atau yang matanya hitam?

Ayahnya tidak menjawab. Cuma pura-pura batuk.

“Yang Ayah beli di desa tetangga atau di kota?”

“Semuaaaaaaaaaaaaaaaaaanyaaaaaaaaaaa!! Dasar Israel!!” teriak Pak Karto Kemit.

***

Itu baru satu kisah tentang Karto Israel. Kisah lain yang menunjukkan bahwa Karto Israel memang suka  ngeyel teramat banyak. Satu hal sepele bisa menjadi panjang urusannya bagi Karto Israel.

***

 

Entah dari mana pertama kali sumber berita itu datang,  saya mendengar banyak orang Israel tiba-tiba menjadi warga Rai Munyuk. Bahkan, konon,menurut berita yang sangat layak diragukan, setidaknya ada 3/4 warga Negeri Rai Munyuk berasel dari Israel. Mereka melakukan penyamaran sedemikian rupa sehingga seolah-olah persis seperti warga Rai Munyuk.

Ihwal eksodus orang Israel di Negeri Munyuk akhir-akhir ini menjadi gunjingan. Tidak hanya di warung kopi, tetapi juga di kampus, kantor, pasar kaget, bahkan sangat “masif dan sangat terstruktur” pergunjngan terjadi di jejaring media sosial.

BACA JUGA:   Seandainya Pilgub Lampung 2018 Tanpa Ridho Ficardo dan Herman HN

Tentu saja, kalau berita itu benar, berarti Negeri Rai Munyuk berada di ambang bencana.

Banyak alasan kenapa Israel berbahaya.

“Pasti kalau ada orang Israel di kampung kita berarti dia komunis!” kata Caca Marica Hehe.

“Dan sudah tentu tidak bertuhan!” timpal Plin.

“Juga tidak berperekemanusiaan…” ujar Plan.

“Hiiiiiiiiii,,,, ngeri juga! Pasti dia sadis!” Pekik Rudi Truuwelu.

“Jadi gimana dong?”

 “Lapor polisi!””Kalau polisinya Israel juga?”

“Lapor LSM!”

“Kalau LSM-nya Israel juga?”

“Kita lapor Pak Guru atau Pak Dosen!”

“Nah, kalau mereka juga Israel?”

“Lapor politikus!”

“Hahahahahhaa…. kalau mereka ternyata mbahnya Israel?”

Warung kopi tiba-tiba senyap. Mbak Caca Marica Hehe, Plin, Plan, Rudi Truwelu, dan penjaga warung bengong.

Mereka saling berpandangan. Mereka saling menduga. Mereka saling curiga.

Masing-masing dari mereka mulai meragukan dirinya sendiri.

“Jangan-jangan saya Israel juga. Melebihi Karto Israel…” pikir Mbak Caca Marica Hehe dalam hati.

…….

  • Bagikan