Bisnis  

Karya Kerajinan Warga Binaan Lapas dan Rutan di Lampung Dipamerkan di Mal Kartini

Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Salah satu stand yang memajang aneka kerajinan karya warga binaan Lapas/Rutan di Mal Kartini Bandarlampung

BANDARLAMPUNG – Pameran Hasil Karya warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Lampung tahun 2015 yang digelar di Mal Kartini (Moka) di Jalan Kartini, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, Sabtu (14/11/2015).

Pameran hasil karya warga binaan tersebut, akan digelar sealama dua hari kedepan, yakni pada tanggal 14 hingga 15 November 2015.

Pameran hasil karya warga binaan tersebut  diantaranya adalah, Lapas Kelas I Bandarlampung, Lapas Kelas II B Way Kanan, Lapas Kelas III Gunung sugih, Lapas wanita Kelas II A Bandarlampung, Lapas Kelas II A Metro, Lapas Narkotika Kelas II A Bandarlampung, Lapas kelas II B Kota
Agung, Lapas Kelas II A Kalianda, Rutan Kelas I Bandarlampung dan Rutan Kelas II B Kota Agung.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Provinsi Lampung, Dardiansyah, Bc.IP, MH mengatakan, bahwa dengan adanya pameran hasil karya para narapidana ini, diharapkan hasil karya mereka dapat disalurkan dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Hal ini untuk mengubah tanggapan masyarakat, bahwa selama ini seorang Napi tidaklah selalu dipandang negatif saja, tapi bisa dipandang positifnya. Yakni agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik,”kata Dardiansyah kepada wartawan, Sabtu (14/11).

Dikatakannya, mereka (para Napi) selama didalam Lapas atau di Rutan, para Napi ini dibina dan diberi berbagai ketrampilan. Pemeran hasil kerjainan dan ketrampilan para Napi ini, baru pertamakali dilakukan oleh pihaknya selama ini.

“Hasil karyanya berbagai macam yang ditampilkan dalam pameran ini. Tidak hanya kerajinan properti, alat rumah tangga, furnitur, seragam sekolah, Jas almamater, mainan dan beberapa kerajinan lainnya. Ada juga Keahlian bermusik, yang tadi ditampilkan oleh grup marawis Al-hidayah dari warga binaan Lapas Narkotika Bandarlampung,”ujarnya.

Menurut Dardiansyah, binaan di dalam Lapas dan Rutan itu sendri berbagai macam, ada binaan kemandirian dan kepribadian. Pembinan kepribadian misalnya dalam bentui pendidikan sekolah, etika, agama, tentang kewarganegaraan dan hal lainnya. Sementara pembinaan kemandirian, mengenai keahlian ketrampilan dan kewiraswastaan.

“Pembinaan yang diberikan terhadap para narapidana itu, tidak hanya dilakukan oleh petugas Lapas ataupun dari Kemenkum Ham saja. Kami bekerjasa dengan pihak Balai Latihan Kerja (BLK), Dinas Sosial (Dinsos) dan intansi terkait lainnya. Jadi para Napi ini, tidak hanya tidur saja saat berada didalam Lapas,”terangnya.