Karyawan PDAM Waybumi Lampura Desak Pemkab Selesaikan Tunggakan Gaji

  • Bagikan
Ilustrasi uang

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Rencana Pemkab Lampung Utara untuk menghidupkan kembali Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Bumi seperti membuka luka lama dari para (mantan) karyawan PDAM Way Bumi. Hampir sebelas tahun lamanya nasib mereka digantung tanpa kejelasan oleh Pemkab Lampung Utara.

“Rencana mereka itu membuat kami kembali teringat dengan nasib kami yang selama belasan tahun‎ belakangan ini tanpa kejelasan,” terang (mantan) Kepala Subbagian PDAM Waybumi‎, Varian Edy, Jumat (10/9/2021).

Sejak mengalami mati suri, ia dan para karyawan ‎PDAM lainnya yang berjumlah sekitar 65 orang tidak pernah menerima surat pemutusan hubungan kerja. Selama itu pula, mereka tidak pernah menerima gaji yang menjadi hak mereka.

“Sejak tahun 2010 hingga sekarang, 65 karyawan PDAM termasuk saya enggak terima gaji,” kata dia.

Varian Edy mengatakan, penuntasan tunggakan gaji para karyawan PDAM sejatinya bukanlah hal yang sulit. Jika pemkab memang mau menyelesaikannya, mereka akan dengan mudah melakukannya karena dikabarkan PDAM masih memiliki uang sekitar Rp2 Miliar di bank.

“Kabarnya, hasil audit Badan Pen‎gawas Pembangunan dan Keuangan mendapati PDAM masih memiliki uang Rp2 Miliar di Bank yang bisa dipergunakan untuk itu,” paparnya.

Pihaknya sama sekali tidak mempersoalkan rencana baru pemkab terkait PDAM asalkan ada kejelasan mengenai status maupun gaji mereka yang hingga kini belum dibayarkan. Berapa pun gaji yang sanggup dibayarkan oleh pemkab pasti akan mereka terima sepanjang besarannya masih masuk akal.

“Saking lamanya nunggu tanpa kejelasan, banyak rekan seperjuangan yang meninggal tanpa sempat menikmati hasil keringatnya. Apakah mereka yang di sana memikirkan hal itu?” kata dia.

Di lain sisi, Kepala Bagian Perekonomian Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara, Anom Sauni ketika dikonfirmasi terkait persoalan tunggakan gaji tersebut masih belum ada keputusan resmi apakah tunggakan itu akan dibayarkan atau tidak. Pihaknya harus terlebih dulu membahasnya dengan pihak terkait.

“Ini lagi mau rapat. Iya (tujuan rapat untuk menentukan apakah akan dibayar atau ‎tidak tunggakan gaji tersebut)” terangnya singkat sembari berlalu meninggalkan wartawan yang masih ingin menggali lebih jauh tentang hal tersebut.

Sebelumnya, Pemkab Lampung Utara sedang ‘bermimpi’ untuk menghidupkan kembali sejumlah perusahaan daerah seperti PDAM dna Lampura Niaga yang telah lama mati suri. Sayangnya, masih belum ada konsep yang jelas untuk menghidupkan perusahaan – perusahaan daerah tersebut.‎

  • Bagikan