Beranda News Nasional Karyawan Telkom yang Meninggal di Cianjur Dipastikan Negatif Virus Corona

Karyawan Telkom yang Meninggal di Cianjur Dipastikan Negatif Virus Corona

319
BERBAGI
Penumpang pesawat mengenakan masker pelindung di Bandara New Chitose di Chitose, Hokkaido, pada 27 Februari 2020. FOTO: REUTERS
Penumpang pesawat mengenakan masker pelindung di Bandara New Chitose di Chitose, Hokkaido, pada 27 Februari 2020. FOTO: REUTERS

TERASLAMPUNG.COM — Pemerintah memastikan bahwa karyawan PT Telkom (Persero) yang meninggal bukan karena terpapar virus corona atau Covid-19. Hal ini menyusul hasil tes pada pasien suspect virus corona ini, yang menunjukkan bahwa ia negatif Covid-19.

“Yang dari Cianjur hasil pemantauan kami termasuk dalam 155 yang negatif. Jadi meninggalnya bukan karena Covid-19,” kata Juru Bicara Penanganan Virus Corona di Indonesia Achmad Yurianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 3 Maret 2020.

Namun, Yuri belum mendapatkan informasi ihwal penyebab karyawan BUMN ini meninggal dunia. Pihak Kementerian Kesehatan masih akan menanyakan kepada rumah sakit.

Yuri menjelaskan bahwa saat ini pemerintah mencatat 155 orang masuk dalam kelompok Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Mereka telah diperiksa di 44 rumah sakit di 23 provinsi.

Sebelumnya, PT Telekomunikasi Indonesia atau Telkom (Persero) Tbk. telah mengonfirmasi bahwa satu karyawannya meninggal di Rumah Sakit Dr Hafiz Cianjur, Jawa Barat, Selasa, 3 Maret 2020. Karyawan tersebut sebelumnya dicurigai terpapar virus corona atau Covid-19.

“Saat ini kami sedang berkoordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab meninggalkan karyawan,” kata Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo dalam keterangan tertulis, Selasa siang.

Berdasarkan riwayat medis yang tercatat di perusahaan, Arif mengatakan bahwa karyawannya dalam 10 tahun terakhir, yakni sejak 2010, sering terserang radang saluran napas. Penyakit itu pun mengakibatkan karyawan tersebut sering batuk dan pilek.

Ihwal dugaan penularan virus corona, Arif mengklaim Telkom telah melakukan langkah-langkah pencegahan. Di antaranya, perseroan telah memberikan imbauan kepada seluruh karyawan untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri.

Telkom juga rutin mensosialisasikan edukasi tentang pengenalan dan pencegahan gejala penyakit virus corona. “Kami mengimbau karyawan untuk senantiasa memantau perkembangan penyebaran melalui media informasi resmi,” ujarnya.

Karyawan Telkom tersebut sempat dijadikan terduga atau suspect Covid-19. Pasalnya yang bersangkutan sempat melakukan perjalanan ke Malaysia sebelum akhirnya jatuh sakit dan meninggal dunia.

Berdasarkan peta Covid-19, Malaysia menjadi satu negara dengan jumlah pasien Covid-19 tertinggi di wilayah Asia Tenggara. Negeri Jiran mencatat 29 orang per, Selasa pukul 13.40 WIB.

Pada periode yang sama, Singapura melaporkan 108 kasus. Angka ini menjadikan negara Singapura menjadi negara dengan pasien Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara. Adapun, hingga berita ini diturunkan, Indonesia melaporkan dua pasien Covid-19. Saat ini keduanya dalam penanganan intensif di ruang isolasi rumah sakit Jakarta.

Bisnis | Tempo

Loading...