Beranda Hukum Kasasi Alfian Tanjung Ditolak, TPJ Apresiasi MA

Kasasi Alfian Tanjung Ditolak, TPJ Apresiasi MA

535
BERBAGI
Alfian Tanjung dipeluk anggota keluarganya usai divonis bebas dalam kasus ujaran kebencian yang menyebut ada unsur PKI di tubuh PDIP dalam sidang di PN Jakarta Pusat, Kemayoran, Rabu (30/5/2018). Foto: tribunnews

TERASLAMPUNG.COM — Keputusan Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Alfian Tanjung terkait kasus penghinaan Presiden Joko Widodo dan Basuki T Purnama (Ahok) pada tahun 2017 diapresiasi Tim Pembela Jokowi.

Menurut Rambun Tjajo, salah satu Deklarator Tim Pembela Jokowi (TPJ) ujaran kebencian berujung fitnah yang dialamatkan pada Presisen dapat menjadi pembelajaran.

“Kami menyambut baik keputusan MA sebagai bentuk penegakan hukum yang berkeadilan terhadap perbuatan pidana yang berupa fitnah maupun penyebaran kebencian. Putusan ini harus menjadi pelajaran bagi siapapun di Indonesia yang melakukan atau bermaksud melakukan perbuatan fitnah dan penyebaran kebencian dalam bentuk apapun,” ungkap Rambun, Jum’at (8/6/2018).

TPJ memandang bahwa Mahkamah Agung telah menjalankan amanahnya sebagai benteng keadilan, yang dengan tetap istiqomah pada putusan pengadilan pertama.

“Perkara ini masuk kategori kasus “penghapusan diskriminasi Ras dan Etnis”. Perkara yang sepantasnya tidak terjadi di NKRI, di negara yang mendasari kebhinekaan dalam berbangsa,” tambahnya.

Putusan pidana atas Alfian Tanjung berawal dari ceramahnya di Masjid Mujahidin, Tanjung Perak, Surabaya. Ceramah ini kemudian tersebar melalui media sosial Youtube. Kemudian, pada 26 Februari 2017, Sujatmiko, warga Surabaya, melaporkan isi ceramah Ustadz Alfian di youtube itu, dinilai mengandung ujaran kebencian kepada diri seseorang, dalam hal ini adalah Presiden Jokowi.

Sementara itu Dedy Mawardi, Juru bicara TPJ menambahkan ujaran kebencian, fitnah, hoax dan bentuk perkataan maupun tindakan melawan hukum apalagi terhadap Presiden merupakan tindakan tidak terpuji.

Apa yang dilakukan Alfian Tanjung dan berujung pada pemidanaan atas dirinya menjadi refleksi bagi siapapun.TPJ akan terus menjaga marwah Presiden dan tidak akan membiarkan aksi fitnah dan ujuran kebencian terhadap kepala Negara.

“Ini sekaligus sebagai inisiatif para Advokat dalam berkontirbusi untuk membangun praktek politik demokrasi yang berkeadaban dan berkemajuan,” paparnya.

Dengan adanya putusan MA itu berarti Alfian tetap dihukum selama 2 tahun penjara. Ia terbukti melakukan ujaran kebencian dan memfitnah Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama.

Sebelumnya, dalam kasus lain, Alfian Tanjung divonis bebas oleh PN Jakarta Pusat, Rabu, 30 Mei 2018.

Majelis hakim menilai, kicauan Alfian yang menyebut “PDI-P 85 persen isinya kader PKI” itu bukan tindak pidana.

Menurut hakim, Alfian hanya mengutip informasi dari satu media yang tidak terdaftar di Dewan Pers.

Alfian Tanjung juga pernah bermasalah hukum dengan anggota Dewan Pers, Nezar Patria. Alfian Tanjung menuduh Nezar Patria adalah PKI yang kini bekerja di Istana Presiden. Padahal, Nezar Patria bukan PKI dan tidak bekerja di Istana Presiden.

Dalam kasus tersebut Nezar Patria memaafkan Alfian Tanjung.

Loading...