Beranda Hukum Korupsi Kasasi Ditolak, Mantan Bupati Lamsel Zainudin Hasan Tetap Dipenjara 12 Tahun

Kasasi Ditolak, Mantan Bupati Lamsel Zainudin Hasan Tetap Dipenjara 12 Tahun

8933
BERBAGI
Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan mendengarkan tuntutan JPU KPK di pengadilan Tipikor PN Tanjungkarang, Senin, 1 April 2019.
Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan mendengarkan tuntutan JPU KPK di pengadilan Tipikor PN Tanjungkarang, Senin, 1 April 2019.

TERASLAMPUNG.COM — Mahkamah Agung (MA) RI menolak kasasi yang diajukan terdakwa mantan Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan, Jumat (31/1/2020). Dengan ditolaknya kasasi, maka Zainudin Hasan tetap harus menjalani hukuman penjara selama 12 tahun.

BACA: Bupati Lampung Selatan Nonaktif Zainudin Hasan Divonis 12 Tahun Penjara

Sebelumnya, Zainudin Hasan mengajukan kasasi ke MS  dengan nomor perkara 43/Pid.Sus-TPK/2018/PN.Tjk pada 28 Januari 2020 sebelum masa penahanan yang bersangkutan berakhir pada tanggal 2 Februari 2020.

Tiga hakim MA yang menanangani putusan kasasi MA yang diajukan Zainudin Hasan adalah Krisna Harahap, Dr. Leopold Luhut Hutagalung, dan Andi Samsan Nganro. Ketiganya memutuskan menolak kasasi terdakwa dan mengabulkan kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru Bicara Mahkamah RI Andi Samsan Ngaro mengatakan perkara No. 113 K/Pid.Sus/2020 atas nama Zainudin Hasan telah putus pada Selasa lalu, 28 Januari 2020.

“Amar putusannya menolak kasasi terdakwa, mengabulkan Jaksa Penuntut Umum,” kata Andi, Jumat (31/1/2020).

Menurut Andi, dalam putusannya hakim kasasi MA memutuskan bahwa terdakwa Zainudin terbukti dalam dakwaan Kesatu, Kedua, Ketiga, Keempat.

“Masa hukuman menjadi pidana penjara 12 tahun, pidana denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan, uang Pengganti Rp66.772.092.145 subsider 2 tahun penjara,” kata dia.

BACA: Zainudin Hasan Minta Keringanan Hukuman, Ini Alasannya

Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan diivonis 12 tahun penjara dan denda sebesar Rp 500 juta oleh Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 25 April 2019.

Ketua Majelis Hakim Mien Trisnawaty menyatakan terdakwa Zainudin Hasan bersalah karena secara sah bersalah melakukan tindakan pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang secara bersama-sama.

“Menjatuhkan hukuman pidana 12 tahun penjara dan denda sebesar Rp 500 juta dengan ketentuan diganti kurungan 5 bulan penjara apabila terdakwa tidak membayar denda,” ujar Mien saat membacakan amar putusan.

Majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan terhadap Zainudin untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 66.772.092.145, dengan ketentuan membayar paling lama dalam waktu 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

Jika terdakwa Zainudin tidak membayar uang pengganti tersebut, kata Mien, maka harta benda disita dan dilelang oleh jaksa untuk menutupi uang pengganti. Kemudian jika tidak mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan.

“Terdakwa juga dihukum pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 3 tahun setelah terdakwa selesai menjalani pidana pokoknya,” kata tutur Mien.