Kasubdit I Ditreskrimum Polda Lampung: 37 Ton Oli Palsu Bisa Cemarkan Lingkungan

  • Bagikan
Wadir Krimsius Polda Lampung AKBP M. Anwar menunjukkan barang bukti oli palsu.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kasubdit I Ditreskrimum Polda Lampung, AKBP Ferdyan Indra Fahmi mengutarakan, keberadaan 37 ton oli bekas yang disita dari gudang penyimpanan di daerah Gunung Sugih, Lampung Tengah tidak hanya merugikan konsumen, tetapi bisa berdampak pencemaran likungan atau ekosistem yang ada di sekitarnya.

“Oli palsu itu, sudah menjadi limbah. Sehingga mencemarkan lingkungan di sekitar dan ekosistem yang ada,”ujar Ferdyan, Selasa (15/11/2016).

Menurutnya, ada sekitar ribuan meter persegi tanah yang ada di dekat lokasi penimpunan, sudah tercemar akibat oli bekas tersebut. Akibatnya, tanah yang sudah tercemar libah oli bekas itu, sudah tidak bisa lagi digunakan untuk bercocok tanam.

“Untuk pencemaran lainnya, seperti sumur warga atau hewan yang ada di sekitar lokasi hingga saat ini belum ditemukan adanya laporan dari warga,”ujarnya.

Dikatakannya, karena oli bekas tersebut sudah menjadi limbah dan mencemari lingkungan sekitar, semestinya harus ada persyaratan yang mesti dipenuhi oleh pemilik usaha oli bekas. Karena bentuknya oli bekas ini sudah jadi limbah, maka harus ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi kedua tersangka DAM dan MS.

“Persyaratan itu seperti mulai dari perijinannya, pengangkutan hingga penimbunannya. Hal itulah, yang tidak dipenuhi oleh kedua tersangka,”terangnya.

Ferdyan menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka DAM dan MS mengaku mendapatkan oli-oli bekas tersebut, keduanya bertugas mengumpulkan oli bekas dari seluruh bengkel yang ada di Lampung.

BACA: Jual Oli Palsu, Dua Pemilik Toko Suku Cadang Ditetapkan Jadi Tersangka

Rencananya, kata Ferdyan, 37 ton oli bekas yang sudah ditampungnya tersebut, akan dijual kembali kepada pengempulnya lagi yang ada di Jakarta. Setelah diolah, oli bekas dan sudah menjadi limbah tersebut akan dikemas lagi dan di distribusikan ke pasaran.

“Kedua tersangka, sudah mulai beroperasi malakukan pengepulan oli bekas selama satu tahun terakhir ini,”jelasnya.

Ferdyan menegaskan, pihaknya masih mengembangkan kasusnya untuk mengungkap pengepul besarnya.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page