Beranda Hukum Narkoba Kasus 248 Ganja Jaringan Napi Lapas Rajabasa, BNN Tembak Tiga Kurir

Kasus 248 Ganja Jaringan Napi Lapas Rajabasa, BNN Tembak Tiga Kurir

189
BERBAGI
Kepala BNN Brigjen Jefriedi menunjukkan barang bukti ganja yang disita dari jaringan HR.

TERASLAMPUNG.COM — Meskipun mendekam di Lapas Rajabasa, HR masih bisa mengendalikan jaringan peredaran ganja di Lampung. Dua pengedar sekaligus kurir ganja dengan barang bukti 248 ganja kering jaringan HR diringkus Badan Narkotika Nasional (BNN) Lampung Sabtu lalu (6/2/2021).

Setelah meringkus dua pengedar, petugas BNN Lampung  pun mencokok HR.

Dua pengedar tersrbut adalah AS (28) dan Hb (20), keduanya warga Metro. Sedangkan HR (26),warga Bandarlampung. Mereka ditembak petugas dalam penangkapan.

Kepala BNN Provinsi Lampung, Brigjen Jafriedi, mengatakan ke-248 kg ganja itu diamankan dari Jl. Airan Raya, Way Huwi, Jati Agung, Lampung Selatan.

Penangkapan tersebut berdasarkan laporan masyarakat, yang melaporkan bahwa di daerah tersebut ada pengendali yang akan memesan truk dibawa ke Jakarta dan berasal Lapas Rajabasa.

“Setelah diselidiki, ternyata barang tersebut dikendalikan HR. HR  merupakan narapidana Lapas Rajabasa. Kami lalu menindaklanjuti dengan masuk ke jaringan tersebut  hingga akhirnya  berhasil mengamankan mereka ,” kata Brigjen Jafriedi saat ekspos di Kantor BNN Lampung, Rabu (10/2/2021).

Menurut Jefriedi, ketiga  tersangka nya masuk ke jaringan Aceh Lampung. Indikasi kuatnya,  ada dua orang warga Sumatera Utara berinisial TM dan TN, yang hingga kini masih dalam pengejaran.

“Saat itu barang tersebut dibawa dengan mobil Grand Max, dimana saat dilakukan pengiriman dipindahkan ke truk yang disamarkan dengan sayuran. Tapi sebelum sampai ke truknya dilakukan penangkapan, semuanya berkat partisipasi masyarakat. Diketahui barang tersebut disimpan di gudang di wilayah Way Halim dan hendak dibawa ke Jakarta disuruh pengendali kurir,” kata Jafriedi.

Mobil Grand Max dan lima ponsel juga disita dalam penangkapan tersebut.

Atas perbuatannya ini, ketiganya dijerat Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 111 ayat 2 Juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika ancaman hukuman mati.