Beranda Hukum Narkoba Kasus 5 Kg Sabu dan 5.100 Ekstasi, Inilah Kronologi Penangkapan Dua Oknum...

Kasus 5 Kg Sabu dan 5.100 Ekstasi, Inilah Kronologi Penangkapan Dua Oknum Polisi di Lamsel

532
BERBAGI
Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga didampingi Waka Polda Lampung, Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol dan Wadir Resnarkoba Polda Lampung, AKBP Wika Herdianto(kanan) serta Plt Kabid Pemberantasan BNNP Lampung, Richard Tobing (kiri) menunjukkan barang bukti sabu-sabu dan ekstasi yang disita dari keempat tersangka jaringan pengedar narkoba.
Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga didampingi Waka Polda Lampung, Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol dan Wadir Resnarkoba Polda Lampung, AKBP Wika Herdianto(kanan) serta Plt Kabid Pemberantasan BNNP Lampung, Richard Tobing (kiri) menunjukkan barang bukti sabu-sabu dan ekstasi yang disita dari keempat tersangka jaringan pengedar narkoba.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga, mengungkapkan penangkapan dua oknum polisi, seoang sipir, dan seorang mantan anggota polisi yang menjadi napi Lapas Kalianda pada Minggu lalu (6/5/2018) dilakukan melalui perencanaan yang sangat matang.

Menurut Sinaga, Awalnya petugas BNNP Lampung bersama Ditres Narkoba Polda Lampung membuntuti mobil Suzuki Ertiga warna abu-abu metalik dengan pelat nomor BE 1297 AX yang dikendarai tersangka Hendri Winata.Mobil itu berjalan dari arah Kota Bandarlampung menuju ke Lampung Selatan, Minggu 6 Mei 2018 sekitar pukul 08.30 WIB.

“Mobil yang dikendarai tersangka Hendri tersebut, menuju ke Home Stay Green Lubuk di Jalan Raya Lintas Sumatera, Lampung Selatan,”ujarnya saat mengekpos kasus di Kantor BNNP Lampung di Bandarlampung, Selasa 8 Mei 2018.

Menurut Sinaga, setelah mobil tersebut parkir datang seorang oknum polisi Polres Lampung Selatan, Brigadir Adi Setiawan alias Kentung yang saat itu langsung memasukkan barang bentuk kotak di pintu mobil sebelah kiri. Tak lama kemudian, datang seorang anggota polisi Polsek Palas Brigadir TA yang membawa sebuah bungkusan plastik.

Saat itu juga, petugas langsung mengamankan ketiganya sekitar pukul 12.30 WIB dan melakukan penggeledahan di mobil tersebut. Ternyata isi didalam kotak yang disimpan di dalam mobil tersebut, berisi sabu-sabu seberat 5 kilogram dan 4.000 butir pil ekstasi.

“Saat ditangkap, tersangka Hendri Winata (bandar) dan Brigadir Adi Setiawan (kurir) berusaha melarikan diri. Petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dengan menembak kaki kedua tersangka,”ungkapnya.

Petugas kemudian melakukan pengembangan dengan menyambangi hotel tempat tersangka Brigadir Adi Setiawan menginap. Kemudian petugas memeriksa kamar nomor 01 dan menemukan  uang tunai Rp49,5 juta yang diduga hasil penjualan narkotika.

“Dari keterangan tersangka Hendri dan Brigadir Adi Setiawan, ada keterlibatan oknum sipir Lapas Kalianda bernama Rechal Oksa Hariz dan seorang napi penghuni Lapas Kalianda bermama Marzuli YS.Marzuli ini dulunya anggota polisi tetapi dipecat karena terlibat kasus serupa (narkoba),”bebernya.

Mendapat keterang itu, lanjut Tagam Sinaga, petugas langsung menangkap sipir dan napi Lapas Kalianda tersebut. Namun saat akan dibawa petugas, kedua tersangka berusaha melawan dan melarikan diri.

“Saat itu juga, petugas melakukan tindakan tegas dengan menembak kedua tersangka,” katanya.

Selanjutnya petugas membawa keempat tersangka ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diberikan tindakan medis. Namun tersangka Hendri Winata mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan menuju ke rumah sakit karena kehabisan darah.

“Guna pengembangan lebih lanjut, ketiga tersangka bersama barang bukti sabu dan ekstasi dibawa ke Kantor BNNP,”terangnya.

Dari hasil pemeriksaan ketiga tersangka, Brigadir TA yang ikut diamankan saat penangkapan para tersangka, tidak terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Kedatangan Brigadir TA di Home Stay Green Lubuk di Jalan Raya Lintas Sumatera, Lampung Selatan itu, hanya mengantarkan nasi uduk yang dipesan tersangka Brigadir Adi Setiawan.

“Selain dari keterangan para tersangka, bahwa bungkusan plastik yang dibawa Brigadir TA bukanlah narkotika melainkan nasi uduk. Jadi untuk satatus Brigadir TA dalam kasus ini, hanya sebagai saksi,”pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, menangkap empat tersangka jaringan besar bandar narkoba saat akan bertransaksi narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi di Home Stay Green Lubuk Jalan Raya Lintas Sumatera, Lampung Selatan, Minggu 6 Mei 2018 sekitar pukul 12.30 WIB.

Empat tersangka yang ditangkap tersebut adalah, Hendri Winata (28) sebagai bandar narkoba warga Dusun I Marga Agung, Lampung selatan, Brigadir Adi Setiawan (36) anggota polisi Polres Lampung Selatan, Rechal Oksa Hariz oknum Sipir Lapas Kalianda dan Marzuli YS (38) seorang napi yang merupakan pecatan anggota polisi terkait kasus serupa (narkoba).

Dalam penangkapan itu, petugas BNNP Lampung melumpuhkan para tersangka dengan tembakan di kaki. Sementara Satu orang tersangka, Hendri Winata (pengedar dan juga kurir) tewas saat dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara, Bandarlampung.

Dari penangkapan keempat tersangka, petugas menyita barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 5 kilogram yang sudah dipecah menjadi beberapa paket, lalu 5.100 butir pil ekstasi. Selain itu juga, disita uang tunai hasil penjualan narkoba sebesar Rp 49,5 juta, dua unit mobil, dua unit sepeda motor, satu buah timbangan digital, puluhan unit ponsel serta barang bukti lainnya.