Beranda Hukum Narkoba Kasus Bisnis Narkoba di Lapas, BNNP Periksa Kakanwil Kemenkum-HAM Lampung Selama 9...

Kasus Bisnis Narkoba di Lapas, BNNP Periksa Kakanwil Kemenkum-HAM Lampung Selama 9 Jam

757
BERBAGI
Plt Kabid Pemberantasan BNNP Lampung, Richard P.L Tobing
Plt Kabid Pemberantasan BNNP Lampung, Richard P.L Tobing

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kepala Kantor wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM, Bambang Haryono, memenuhi panggilan penyidik Bandan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung terkait dengan tupoksi dirinya selaku Kakanwil dalam pengawasannya terhadap Lapas kelas II A Kalianda, pada Rabu 30 Mei 2018. Dalam pemeriksaan itu, Bambang Haryono diperiksa selama sembilan jam dan dicecar sebanyak 38 pertanyaan.

Ia diperiksa terkait kasus bisnis narkoba dengan barang bukti 5 kg sabu-sabu dan 5.100 butir pil ekstasi dengan tersangka sipir Lapas Kalianda, Kepala Lapas Kalianda,  dua oknum Polres Lampung Selatan, dan seorang pengedar.

“Hari ini tadi, kami telah melakukan pemeriksaan terhadap Kakanwil Kemenkum-HAM Lampung selama sembilan jam, mulai dari pukul 08.30 WIB hingga 17.30 WIB dan beliau kooperatif,”kata Plt Kabid Pemberantasan BNNP Lampung, Richard P.L Tobing saat ditemui usai melakukan pemeriksaan, Rabu 30 Mei 2018 malam.

Richard mengatakan, sebagian besar pertanyaan yang dilayangkan tersebut, berkaitan dengan tupoksinya selaku Kakanwil dalam pengawasannya terhadap Lapas kelas II A kalianda tersebut dan mengenai surat cuti tersangka Kalapas Kalianda yang ditandatangani oleh yang bersangkutan.

“Kami berikan pertanyaan mengenai tupoksinya, ada 38 pertanyaan yang kami layangkan kepada beliau tadi. Salah satunya adalah, mengenai pemberian izin cuti kepada Kalapas Kalianda non aktif, Muchklis Adjie yang sudah kami tetapkan sebagai tersangka beberapa waktu lalu,”ungkapnya.

Dikatakannya, pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap Kakanwil, karena statusnya sebagai saksi. Tapi pada saat akan dilakukan pemanggilan kembali, beliau harus datang kembali. Dalam perkara ini, ada 15 saksi yang sudah diperiksa termasuk Kakanwil yang tadi sudah diilakukan pemeriksaan.

“Tidak ditahan lah, intinya jika nanti diperlukan kami akan panggil lagi. Beliau kooperatif dan juga sudah komit, untuk menyelesaikan kasus ini dengan tuntas,”bebernya.

Saat disinggung mengenai penandatanganan Kakanwil dalam surat cuti tersebut, atas persetujuan dari Kepala Divisi kepemasyarakatan (Kadivpas). Menanggapi hal tersebut, apakah pihak BNNP Lampung akan melakukan pemanggilan terhadap kadivpa,  Richard mengatakan kemungkinan bisa saja jika memang perlu dilakukan pemanggilan.

“Yang jelas, saat ini kami sedang menyinkronkan alat bukti dan saksi serta bukti surat yang sudah kami dapat transaksi lain supaya sinkron,”terangnya.

Loading...