Kasus Bisnis Narkoba di Lapas Kalianda, Ini Tanggapan Kakanwil Kemenkum-HAM Lampung Usai Diperiksa 9 Jam

  • Bagikan
Kakanwil Kemenkum-HAM Lampung, Bambang Haryono saat memberikan keterangan kepada awak media terkait pemeriksaannya di Kantor BNNP Lampung di Jalan Ikan Bawal, Kelurahan Bumi Waras, Telukbetung Selatan, Bandarlampung,Rabu (30/5/2018).
Kakanwil Kemenkum-HAM Lampung, Bambang Haryono saat memberikan keterangan kepada awak media terkait pemeriksaannya di Kantor BNNP Lampung di Jalan Ikan Bawal, Kelurahan Bumi Waras, Telukbetung Selatan, Bandarlampung,Rabu (30/5/2018).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Usai menjalani pemeriksaan dari penyidik Bandan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung sebagai saksi selama sembilan jam, Kakanwil Kemenkum-HAM Lampung, Bambang Haryono akhirnya turun dari lantai 4 Kantor BNNP Lampung di Jalan Ikan Bawal, Kelurahan Bumi Waras, Telukbetung Selatan, Bandarlampung, Rabu 30 Mei 2018 sekitar pukul 17.30 WIB.

Sebelum pergi meninggalkan kantor BNNP Lampung, Kakanwil Kemenkum-HAM Lampung, Bambang Haryono, menyempatkan diri menjawab sejumlah pertanyaan wartawan.

Ia mengaku kedatangan dirinya yakni memenuhi panggilan penyidik BNNP Lampung sebagai saksi terkait masalah narkotika yang terjadi di Lapas kelas II A Kalianda, Lampung Selatan beberapa waktu lalu.

“Adanya kejadian di lingkungan Lapas, saya menyampaikan sangat menyesal hal itu bisa terjadi. Karena ini menjadi bagian dari tanggungjawan saya, sehingga ini sebuah peringatan dan cobaan untuk saya sebagai pimpinan (Kakanwil),”ucapnya kepada awak media, Rabu 30 Mei 2018 malam.

Bambang juga meminta maaf kepada Kepala BNNP lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga dan instansi terkait lainnya, mengenai adanya kejadian seperti yang terjadi di Lapas kelas II A Kalianda tersebut.

“Jadi sekali lagi saya minta maaf, saya mungkin tidak bisa mengawasi seluruh Lapas di Lampung ini dengan baik. Sehingga bisa terjadi seperti itu yang dilakukan oleh oknum anak buah saya (Kalapas) dan sipir,”ungkapnya.

Dia juga mengapresiasi langkah yang diambil oleh BNNP Lampung, yang telah melakukan tindakan tegas terhadap peredaran narkotika yang terjadi di dalam Lapas. Menurutnya, bahwa hal Ini juga sudah menjadi komitmen pihaknya untuk memberantas peredaran narkoba.

“Jadi sekali lagi saya minta maaf kepada semua masyarakat dengan adanya kejadian atau masalah tersebut, dan ini tanggungjawab saya sebagai pimpinan,”

Bambang mengutarakan, dalam pemeriksaan tersebut, pertanyaan yang diajukan penyidik BNNP Lampung terhadap dirinya, yakni mengenai kaitannya kejadian di Lapas Kalianda dan yang utama mengenai identitas dirinya.

“Semuanya sudah saya jelaskan ke penyidik, terkait mengenai organisasi ini dan kegiatan di Lapas juga tanggungjawab saya. Tapi kalau dilihat dari sisi organisasi, merupakan tanggungjawab Kalapas,”

Meski di dalam Lapas tersebut ada Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas), kata Bambang, tetapi dirinya tidak langsung lepas tangan begitu saja. Ia menegaskan bahwa dirinya tetap bertanggungjawab mengenai hal tersebut.

“Saya janji dan pastikan,  kasus ini tidak akan terulang kembali di Lapas lainnya di Lampung. Satgas akan kami tingkatkan lagi, untuk melakukan pengawasan di 16 Lapas dan Rutan di Provinsi Lampung,” katanya.

Saat ditanya mengenei izin cuti yang diberikan kepada tersangka Kalapas Kalianda Muchklis Adjie, Bambang Haryono tidak membantah. Ia mengaku yang menandatanganinya langsung surat cuti tersebut.

“Ya waktu itu saya yang telah memberikan izin cutinya, tapi surat itu saya tandatanganinya pada hari Senin,” katanya.

Bambang mengutarakan, pihaknya akan selalu siap dan kooperatif jika akan dipanggil kembali oleh pihak BNNP Lampung untuk dimintai keterangan lebih lanjut dalam perkara tersebut. Namun hingga pemeriksaan usai tadi yakni selama sembilan jam, pihak BNNP Lampung mengatakan bahwa tidak memintanya kembali untuk datang.

“Saya selalu siap kalau memang mau dipanggil lagi. Jadi kalau saya ini kan hanya dapat laporan saja bahwa di dalam Lapas kondisinya aman dan terkendali. Lalu buat apa orang yang dituakan seperti saya ini harus turun mengecek langsung ke sana (Lapas Kalianda)? Adanya kejadian ini, menjadi pelajaran tersendiri buat saya pribadi,” katanya.

  • Bagikan