Kasus Bisnis Soal UAS, Kejari Kotabumi Sudah Mintai Keterangan Kadis Pendidikan Lampung Utara

  • Bagikan
Ilustrasi uang/Ist

Feaby/Teraslampung.com

KOTABUMI–Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotabumi, Lampung Utara (Lampura) sudah meminta keterangan Kepala Dinas Pendidikan Lampung Utara dan beberapa Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Dinas Pendidikan terkaitr dengan kasus  ‘bisnis’ naskah Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) Sekolah Dasar tahun ajaran 2014/2015 yang dimotori oleh Forum Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Lampung Utara.

“Kepala Dinas Pendidikan, beberapa UPTD dan Kepala Sekolah yang sudah dimintai keterangan,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kotabumi, Ardi Wibowo, Senin (13/4).

Menurut Ardi, pemanggilan sejumlah pihak dimaksud dalam rangka pengumpulan barang bukti dan keterangan yang diperlukan dalam penyelidikan perkara ‘bisnis’ UTS-UAS tersebut. Bahkan, menurutnya, pihaknya telah menjadwalkan pemanggilan pihak percetakan dan Kepala Sekolah lainnya untuk mengurai benang kusut dalam perkara ini. “Untuk hari ini, kami (Kejaksaan) akan memintai keterangan pihak Percetakan dan Kepala Sekolah lainnya,” tuturnya.

BACA JUGA:   Bupati Lampung Utara Rakor Bersama Presiden RI

Saat ditanya apakah pihaknya juga akan meminta keterangan dari Ketua Forum UPTD Lampura, Markani yang diduga sebagai motor penggerak dalam perkara tersebut, Ardi mengatakan pihaknya belum akan memanggil yang bersangkutan. “(Markani) Belum,” kata dia.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan, M. Isya Sulharis menampik bahwa dirinya sempat ‘diperiksa’ oleh pihak Kejari Kotabumi terkait perkara ‘bisnis’ soal yang selama tiga bulan terakhir menjadi topik pemberitaan berbagai media massa cetak dan online.

Kendati demikian, M. Isya mengaku sempat mendatangi kantor Kejari Kotabumi pada pekan lalu. Namun kedatangannya ke kantor Kejari Kotabumi hanya untuk membahas persoalan pendidikan semata bukan dalam rangka ‘pemeriksaan’. “(Di Kejaksaan) Saya hanya ngobrol-ngobrol saja tentang pendidikan secara umum. Saya sering kok ke Kejaksaan,” kelitnya.

Sebelumnya, Kejari Kotabumi ternyata selama ini ‘diam – diam’ telah mendalami perkara ‘bisnis’ naskah soal Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) Sekolah Dasar di wilayahnya. Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kotabumi, Ardi Wibowo, Rabu (8/4), penyelidikan yang dilakukan pihaknya ini dimulai sejak adanya laporan resmi dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat belum lama ini. Laporan ini masuk jauh sebelum dirinya menjabat Kasi Pidsus Kejari.

BACA JUGA:   Dinkes Lampung Utara-Kejari Kotabumi Tanda Tangani Kerjasama di Bidang Hukum

Di samping itu, pihaknya juga telah mengetahui praktek ‘jual – beli naskah UTS-UAS ini dari pemberitaan di berbagai media massa.

Ardi menyatakan, pihaknya akan segera memanggil sejumlah pihak terkait seperti Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas), sejumlah Kepala Sekolah dan UPTD untuk mengurai benang kusut dalam perkara tersebut. “(Bahkan) Tak menutup kemungkinan, Kepala Dinas Pendidikan (M. Isya Sulharis) akan turut dipanggil dalam perkara ini,” tegas dia.

  • Bagikan