Kasus City Spa: 10 Jam Diperiksa, Cik Raden Dicecar dengan 18 Pertanyaan

  • Bagikan

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Cik Raden datang ke  Mapolda Lampung untuk diperiksa sebagai tersangka, Jumat (26/2/2016).

BANDARLAMPUNG – Setelah menjalani pemeriksaan selama 10 jam dengan 18 pertanyaan diruang penyidik Subdit II Ditreskrimum Polda Lampung, Kasat Pol PP Kota Bandarlampung, Cik Raden akhirnya pada Jumat (26/2/2016) malam sekitar pukul 20.00 WIB diperbolehkan pulang.

Saat keluar dari ruang penyidikan, Nirizki Perdana Putra selaku kuasa hukum Cik Raden saat dimintai keterangannya dengan mendampingi Cik Raden mengatakan, terkait dengan pemeriksaan terhadap kliennya (Cik Raden), bahwa malam ini dapat diperbolehkan pulang.

“Menurut penyidik tadi, keterangan dari kliennya (Cik Raden) dinyatakan sudah cukup. Selanjutnya kliennya, dapat diperbolehkan pulang,”kata Nirizki Jumat (26/2/2016) malam.

Nirizki mengutarakan, dalam pemeriksaan tadi, ada sekitar 18 pertanyaaan yang dilayangkan penyidik terhadap kliennya tersebut. Dari 18 pertanyaan tersebut diantaraya, mengenai materi dari SOP, Tupoksinya kedudukan Sat Pol PP itu seperti apa dan terkait proses masalah yang ada di City Spa itu seperti apa.

Dikatakannya, saat itu ada laporan pengaduan dari masyarakat, disinyalir atau adanya indikasi dugaan praktek prostitusi. Dari laporan itu, kemudian ditindaklanjuti dan memonitoring. Tapi razia itu tidak dilakukan disatu tempat saja, tapi diseluruh tempat seperti Spa, Salon dan tempat lainnya yang ada di kota Bandarlampung.


Simak Perkembangan Berita: Skandal City Spa

“Kebetulan memang pada saat itu, ada surat perintah tugasnya untuk melaksanakan razia. Sementara posisi dari kliennya (Cik Raden) ini sendiri adalah sebagai koordinator lapangan (korlap),”ujarnya.

Menurutnya, selama ini anggota Sat Pol PP saat melaksanakan razia  ada timnya masing-masing, Di dalam surat tugas itu juga sudah jelas siapa saja yang di dalam tim itu. Salah satunya, Gusti yang berada di dalamnya. Mereka menerima tugas dari Pemkot Bandarlampung yang pada saat itu diwakili oleh Sekdakot sebagai pemberi tugas.

“Seharusnya, tanpa diperintahpun Gusti ini sudah menjalankannya karena termasuk dalam tugas. Tapi ketika prosesnya di dalam City Spa itu seperti apa, ya tidak tahu,”ungkapnya.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page