Kasus City Spa, Kepala Sat Pol PP Bandarlampung Dituntut Dua Tahun Penjara

  • Bagikan
Sidang kasus City Spa di PN Tanjungkarng, Kamis (26/5), dengan terdakwa Kepala Bapol PP Kota Bandarlampung, Cik Raden. (Foto: Teraslampung.com | Zainal Asikin).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Bandarlampung, Cik Raden, dituntut hukuman penjara dua tahun terkait dugaan rekayasa kasus penggerebekan di City Spa. Tuntutan tersebut dibacakan jaksa penuntut umum (JPU), M Syarief dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (2/11/2016).

“Menuntut terdakwa Cik Raden dengan hukuman pidana penjara selama dua tahun,” kata Syarief, Rabu (2/11/2016).

Syarief menilai, Cik Raden terlibat dalam kasus pencabulan yang dilakukan mantan anak buahnya Gusti terhadap terapis City Spa.

M Syarief mengatakan dalam perkara tersebut Cik Raden terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 289 KUHP tentang Pencabulan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Berdasarkan fakta persidangan, kata Syarief, terdakwa memerintahkan mantan anak buahnya, Gusti Zaldi, untuk melakukan pencabulan terhadap seorang terapis di City Spa.

“Kalau tidak ada perintah dari terdakwa, maka tidak akan terjadi pencabulan terhadap terapis City Spa yang dilakukan oleh Gusti tersebut,”ungkapnya.

Syarif menuturkan, dalam pertimbangan tuntutannya, hal yang memberatkan Cik Raden adalah ia berstatus sebagai Kepala Sat Pol PP Bandarlampung. Menurut jaksa, dengan jabatannya tersebut semestinya terdakwa haruslah memberikan contoh baik terhadap bawahannya dan masyarakat.

“Hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan selama dalam persidangan sopan,”jelasnya.

Menanggapi tuntutan dari JPU, kuasa hukum Cik Raden akan mengajukan pembelaan (pledoi) pada persidangan yang akan digelar pekan mendatang, pada (9/11/2016) mendatang.

Diberitakannya sebelumnya, Kasat Pol PP Bandarlampung, Cik Raden menjadi terdakwa terkait kasus rekayasa penggrebekan di City Spa.
Dalam kasus tersebut, beberapa Bapol PP Kota Bandarlampung, menutup City Spa karena ditunding sebagai tempat mesum.

Tudingan tersebut, berdasarkan hasil dari penggrebekan Bapol PP yang mendapatkan terapis City Spa sedang telanjang dan berbuat mesum bersama seorang pengunjung.

Ternyata belakangan diketahui, pengunjung tersebut adalah bernama Gusti Zaldi salah satu anggota Pol PP Bandarlampung yang tengah melakukan penyamaran.

Mendapatkan tudingan sebagai tempat mesum, selanjutnya City Spa melaporkan anggota Pol PP tersebut atas tuduhan kasus pencabulan terhadap terapisnya ke Polda Lampung. Atas laporan tersebut, polisi menetapkan Gusti Zaldi sebagai tersangka.

Tidak terima ditetapkan sebagai tersangka, Gusti Zaldi pun akhirnya buka suara bahwa dirinya melakukan perbuatan tersebut atas suruhan atasannya, Cik Raden dan membuat rekayasa penggrebekan di City Spa.

  • Bagikan