Beranda Hukum Kasus Deposito Pemkab Lampung Timur: Kejati Kantongi Sejumlah Nama

Kasus Deposito Pemkab Lampung Timur: Kejati Kantongi Sejumlah Nama

223
BERBAGI

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

Bandarlampung – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung  telah mengantongi sejumlah nama-nama yang diduga mempunyai peran penting dalam perkara deposito Kabupaten Lampung Timur.

Nama tersebut dapat diidentifikasi penyelidik setelah memeriksa beberapa nama pejabat Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dan beberapa pejabat bank. Namun, penyidik Kejati mengaku belum dapat mengungkap nama tersebut ke publik mengingat status perkaranya masih dalam penyelidikan.

“Memang sudah sudah nampak oleh penyidik pihak-pihak yang bertanggungjawab dalam perkara deposito Lamtim sebesar Rp300 miliar tersebut. Kerugian negaranya sendiri, untuk saat ini masih dalam batasan perhitungan sementara dan dalam penyelidikan. Jadi satu hal yang berkenaan dalam penyelidikkan belum dapat dipublikasikan,” kata Ali Rasab Lubis, Pelaksana Harian Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Lampung, Senin (14/4).

Terkait pihak yang bertanggungjawab, kata Lubis, terdapat beberapa nama; antara lain dari pihak Bank sendiri dan beberapa nama lainnya yakni dari pihak Pemkab Lamtim.

“Dari Bank sendiri ada dan dari Pemkab juga ada. Tapi itu nantilah setelah perkara ini masuk dalam penyidikan,” kata dia.

BACA: Kasus Deposito Lamtim Rp 300 M: Rekening Koran Jadi Petunjuk Tetapkan Tersangka Baru

Menurut Lubis, penyidik sudah memeriksa pejabat di tiga bank yakni Bank BRI Cabang Metro, Bank Mandiri Cabang Metro dan BPD Bank Lampung. Selain itu terdapat beberapa nama pejabat yang lebih dahulu diperiksa, yakni Sekdakab Lamtim, Sekwan DPRD Kabupaten Lamtim, Kadis Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DP2KD) serta sekertaris DP2KD Kabupaten Lamtim.

“Ini kan pada intinya perikatan kerjasama. Nah, nada atau tidaknya satu tindak pidana itu tujuan penyelidikan. Kami ini bertugas untuk membuktikan saja, benar atau salah itu tugas dari pengadilan,” kata dia.

Sementara itu, gelar perkara deposito yang semestinya diagendakan pada Senin (14/4) batal digelar karena semua staf Kejati yang seharusnya melakukan gelar perkara sedang tugas ke luar kota.

“Dua orang jaksa saya sedang di Jakarta mengurus perkara lain sedangkan saya sendiri disini, persiapan berkas dan pemaparan tidak dapat dilakukan sendiri. Jadi terpaksa kami tunda. Mungkin Selasa (15/4). Tapi  kami  tidak janji karena ini juga butuh persiapan,” ujarnya.

Loading...