Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Kasus Dokter Wanprestasi, Pemkab Lampura Disarankan Gugat ke Pengadilan

Kasus Dokter Wanprestasi, Pemkab Lampura Disarankan Gugat ke Pengadilan

1631
BERBAGI

Feaby/Teraslampung.com

Ilustrasi dokter

Kotabumi–Ketua DPC Gerindra Lampung Utara‎, Farouk Danieal ‎menyarankan Pemkab Lampung Utara segera menggugat kedua dokter spesialis yang melanggar perjanjian (wanprestasi)  ke Pengadilan agar perkara ini tidak semakin berlarut – larut.

Enggak ada pilihan lain, gugat mereka (dokter) ke Pengadilan. Mereka sudah wanprestasi,” tegas Farouk, Minggu (14/6).

Perjanjian di atas akta notaris tersebut, menurut Farouk, merupakan bukti  yang dimiliki Pemkab untuk menyeret kedua dokter yang telah disekolahkan menggunakan anggaran daerah tersebut ke ranah hukum. Tujuannya agar kedua dokter dimaksud mau mengembalikan biaya ganti rugi sebanyak 10 kali lipat sebagaimana yang tertuang dalam perjanjian jika keduanya ingkar dari perjanjian untuk mengabdi kepada Lampura selama 10 tahun.

 “Itu (akta) bukti sempurna. Ada lambang Garudanya. Mau pejabat mana lagi yang buatnya kalau itu tidak kuat!” kata Farouk.

Mnurut Farouk‎, pengajuan gugatan perkara ini merupakan tugaspara pejabat yang membidangi persoalan hukum di antaranya seperti Asisten dan Bagian Hukum. 

“Itu tugasnya Asisten dan Bagian Hukum. Kalau tidak mau menggugat mereka (dokter), suruh nanam singkong aja mereka (pejabat yang membidangi perkara yang berkaitan dengan hukum) karena tugas utama mereka untuk membantu Pemkab menangani perkara yang berkaitan dengan hukum,” sindir dia.

Sebelumnya, ‎Kepala Bagian Hukum Sekretariat Kabupaten Lampura, Hendry menyatakan telah memproses salah satu dokter spesialis yang wanprestasi, Farida Nurhayati. 

Sayangnya, proses yang dilakukan dengan melibatkan pihak Kejaksaan Negeri Kotabumi masih buntu lantaran yang bersangkutan hanya mampu membayar ganti rugi sebanyak 5 kali lipat bukan 10 kali lipat sebagaimana yang diwajibkan.‎
‎‎‎
“‎Dr. Farida hanya mampu bayar 5 kali lipat bukan 10 kali lipat sebagaimana perjanjian sebelumnya,” kata Hendry, di kantor Pemkab.

Farouk Danial

Menurut Hendry, lantaran belum menemui titik temu dengan dr. dimaksud,maka pihaknya akan‎ kembali mewacanakan pemanggilan yang bersangkutan untuk membahas besaran ganti rugi tersebut. 

“Secepatnya akan kita panggil (dr. Farida) lagi,” tegas dia.

Sementara mengenai penanganan dr. Nazliah Hanum yang hingga kini belum dilakukan, Hendry mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan surat kuasa ‎kepada pihak Kejaksaan untuk menangani yang bersangkutan. 

“dr. Hanum pasti akan kita proses juga. Enak saja yang bersangkutan melenggang kaki tanpa pertanggung jawaban kepada Lampura,” tandasnya.

Kasus wanprestasi yang melibatkan  dr. Farida Nurhayati dan dr. Nazliah Hanum yang berstatus sebagai PNS tersebut bermula saat keduanya ingkar atas perjanjian mengabdi selama 10 tahun kepada masyarakat Lampura. 

Saat ini dr. Farida disinyalir  telah berdomisili di Solo, Jawa Tengah. Ia  hanya masuk kerja beberapa hari dalam sebulan di RSU Ryacudu Kotabumi. Sementara, dr. Nazliah Hanum diketahui telah resmi pindah ke provinsi Yogyakarta pada tahun 2014 silam.

Loading...