Beranda Hukum Kasus Driver Go-Jek Vs Karyawan Geprek Bensu Berakhir Damai

Kasus Driver Go-Jek Vs Karyawan Geprek Bensu Berakhir Damai

1299
BERBAGI
Konferensi pers tentang kasus antara driver Gojek dengan karyawan Geprek Bensu Jl Teuku Umar Bandarlampung, Minggu (12/8/2018).

TERASLAMPUNG.COM — Pertikaian yang diduga disebabkan salah paham antara driver Go-Jek bernama Lutfi dengan Alvin, karyawan restoran Geprek Bensu Jl Teuku Umar Bandarlampung, Jumat malam (10/8/2017), akhirnya diakhiri dengan perdamaian.

Perdamaian antara kedua belah pihak disaksikan perwakilan dari Kelurahan Sidodadi Kedaton, kepala lingkungan setempat,  serta perwakilan pemilik Geprek Bensu Novia Ramalina, di Restoran Geprek Bensu Jl Teuku Umar Bandarlampung, Minggu (12/8/2018).

Menurut Novia Ramalina, salah satu perwakilan pemilik Resto Gebrek Bensu asal Jakarta, pertikaian yang terjadi antara karyawan Geprek.Bensu dan driver Gojek telah dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan semua pihak atas terkadinya perdamaian ini,” kata Novia Ramalina saat konferensi pers.

Novia juga menjelaskan tentang adanya pencabutan berkas laporan kedua belah pihak telah di Polresta Bandarlampung .

“Alhamdulillah keduanya berdamai. Atas nama pihak pemilik resto, saya memohon maaf atas peristiwa ini yang dilakukan oleh salah satu karyawan kami, Alvin, yang mengakibatkan Lutfi dirawat di RSUDAM, ” jelasnya.

“Saat ini  kami juga mengundang perwakilan dari Driver Go-Jek dan keluarga kedua belah pihak, karena kami dan keluarga kedua belah pihak tentu tidak menginginkan ini semua,” tambah dia.

Menurut Novia, peristiwa itu hanya hal kecil yang dibesar-besarkan. Ada kecemburuan pribadi antara kedua pihak.

“Jadi ini murni hanya salah paham pegawai kami dengan driver gojek (oknum) yang mengakibatkan perkelahian.”

Peristiwa itu bermula saling pandang memandang mata antara Lutfi dan Alvin. Alvin tidak terima adanya hubungan Lutfi dengan Kharisma, salah satu pegawai Gebrek Bensu.

Masalah pribai itu, kata dia, menyebabkan terjadinya perkelahian yang mengakibatkan Lutfi harus dirawat intensif di RSUD Abdul Moeloek, Bandarlampung.

Novia mengaku, selaku pemilik resto  pihaknya telah memberikan penjelasan bagi karyawan untuk bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ramah dalam pelayanan.

“Karyawan kami akan kami  berikan sanksi tegas, dengan memberhentikan dia sebagai pegawai resto Gebrek Bensu, ” tegas Novia.

Novia berharap, dengan adanya perdamaian itu tidak lagi ada dendam.

“Harapan kami keduanya bisa menjalani silahturahmi dengan baik. Pertemuan ini agar kedepannya tidak terulang kembali,” katanya.