Kasus Dugaan Pengancaman oleh Mance, Polda Lampung Periksa Lima Saksi

  • Bagikan
Abdurachman Sarbini alias Mance, mantan Bupati Tulangbawang. Foto: Oyos Saroso HN
Abdurachman Sarbini alias Mance, mantan Bupati Tulangbawang. Foto: Oyos Saroso HN

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimum) Polda Lampung, telah memeriksa lima orang saksi dari pihak pelapor terkait dugaan ancaman melalui short message services (SMS) yang dilakukan mantan Bupati Tulangbawang Abdurachman Sarbini (Mance) terhadap Mualim Taher, salah seorang tokoh Pendiri Kabupaten Pesawaran.

Kelima saksi yang diperiksa adalah Rozami Karim, Muadin Yusuf, Yur Aplah, Sobari, dan Syafei. Kelima saksi tersebut, diperiksa untuk dimintai keterangannya terkait nomor ponsel yang diterima pelapor tersebut  milik Mance atau bukan. (Baca: Ancam Melalui SMS, Mantan Bupati Tulangbawang Dilaporkan ke Polda Lampung).

“Karena mereka (lima saksi) ini dulu sering berkomunikasi dengan Mance, saat menjadi tenaga ahli di pemkab Pesawaran,” kata kuasa hukum pelapor Mualim Taher, Syamsudin.

Dari informasi yang didapat dan dihimpun teraslampung.com di Polda Lampung, rencananya dalam waktu dekat ini, penyidik Ditreskrimum Polda Lampung bakal segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Mance. Namun, sebelum memeriksanya penyidik terlebih dahulu meminta
keterangan dari ahli IT Kementerian Kominfo  dan ahli bahasa.

“Ahli IT ini kami minta bantuannya untuk memastikan apakah sms yang diterima oleh pelapor masuk dalam konten tindak pidana atau tidak. Sedangkan ahli bahasa untuk mengetahui apakah sms itu masuk unsur penghinaan atau tidak. Kalau dari saksi pelapor sudah diperiksa semua, berikutnya terlapor (Mance) yang diperiksa,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya itu, Kamis malam (5/11/2015).

Sementara Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, Kombes Pol Dicky Patria Negara, saat dikonfirmasi terkait dengan perkara tersebut enggan memberikan keterangan dan menjelaskan terkait dengan kasus dugaan pengancaman yang diduga dilakukan oleh Mance terhadap Mualim Taher.

“Nanti sajalah, soalnya saya sendiri posisinya lagi nggak di kantor. Sekarang ini saya masih melayat,”ujarnya melalui ponselnya, Kamis (6/11) malam.

Mance dilaporkan ke bagian Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung pada Senin (19/10) malam lalu oleh Mualim Taher dengan didampingi kuasa hukumnya, Syamsudin atas kasus dugaan tidak menyenangkan melalui pesan singkat.

SMS itu diduga berisi ancaman dan penghinaan yang ditujukan terhadap Mualim Taher.

Terkait permasalahan SMS itu, bermula ketika Mualim mengirimkan pesan singkat (SMS) terkait ucapan selamat kepada pihak Kejaksaan dan tokoh masyarakat, atas keberhasilan penegakan hukum yang telah mengeksekusi Dodi Anugerah (putra  Mance) terkait dengan kasus korupsi pengadaan kendaraan mobil dinas  di Kabupaten Pesawaran.

  • Bagikan