Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Kasus Dugaan Pengusiran, Kades dan Sarwinah Sepakat Damai

Kasus Dugaan Pengusiran, Kades dan Sarwinah Sepakat Damai

569
BERBAGI
Sarwinah, korban ancaman pengusiran oleh Kades Lepang Tengah, Lampung Utara.

Feaby‎|Teraslampung.com

Kotabumi–‎Kasus dugaan ancaman pengusiran yang dilakukan oleh Senfri (43), Kepala Desa Lepang Tengah, Sungkai Jaya, Lampung Utara ‎terhadap Sarwinah (33), warganya sendiri berakhir damai.

Kesepakatan perdamaian keduanya tertuang dalam surat perjanjian di atas materai Rp6.000. Perjanjian yang berisikan tiga poin penting ini dilakukan di desa mereka pada Rabu (16/8/2017). Dengan kesepakatan ini, Sarwinah dipastikan akan mencabut laporannya di Polres Lampung Utara.

“Saya dan pak kepala desa sepakat menempuh jalur kekeluargaan dalam perkara ini. Kesepakatan ini tertuang dalam surat perjanjian di atas materai Rp6.000,” kata Sarwinah, Kamis (17/8/2017).

Sarwinah mengatakan, perjanjian perdamaian antara ia dan Senfri dimediasikan oleh pihak kecamatan dan pihak lainnya seperti Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan pengurus cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Bahkan, saat proses penandatanganan perjanjian berlangsung, pihak kecamatan yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Camat Sungkai Jaya, Herwan menyaksikan dan turut menandatangani perjanjian tersebut.

‎”Perdamaian ini dimediasi oleh pak camat dan pihak lainnya seperti Bhabinkamtibmas dan PMII,” tutur Sarwinah.

Dengan perjanjian ini, masih menurut Sarwinah, kasus dugaan ancaman pengusiran yang dilaporkannya kepada Polres baru – baru ini tak akan lagi ia teruskan. Ia akan segera mencabut laporan tersebut supaya persoalan ini tak berlarut – larut.

“Saya akan mencabut laporan yang telah saya buat di Polres. Mungkin, besok saya akan melakukannya,” terangnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Lepang Tengah, Senfri melalui ponselnya membenarkan jika ia dan Sarwinah telah sepakat menempuh‎ jalur kekeluargaan dalam persoalan yang menyeret namanya tersebut.

“Saya dan bu Sarwinah sudah sepakat menempuh jalan kekeluargaan dalam persoalan ini. Saya juga akan mendampingi beliau ke Polres untuk mencabut laporan yang telah dibuatnya,” kata dia.

Sebelumnya, tak terima dengan ancaman pengusiran yang dilakukan oleh Senpri, KepalaDesa Lepang Tengah, Sungkai Jaya, Lampung Utara ‎terhadap ia dan keluarganya, Sarwinah (33) melaporkan ancaman tersebut kepada Polres Lampung Utara, Rabu pagi (26/7/2017).

‎Laporan Sarwinah ini tertuang dalam surat tanda penerimaan laporan dengan nomor : LP/608/B-1/VII/2017/POLDA LAMPUNG/RES LU tertanggal 26 Juli 2017. Ancaman pengusiran ini terjadi pada tanggal 29 Juni 2017 lalu.

“‎Ancaman pengusiran itu diutarakan Senpri pada Kamis, 29 Juni lalu sekitar jam 08.00 WIB. Ia mengancam akan mengusir saya berikut keluarga,” kata dia.

Saat itu, Sarwinah menceritakan, kepala desanya juga meminta ‎ia menyerahkan KTP dan KK yang dimiliknya. Tujuannya, tak lain untuk memuluskan rencana pengusiran yang akan dilakukannya terhadap Sarwinah.

“Pak kepala desa meminta saya menyerahkan KTP dan KK untuk memindahkan saya dan keluarga dari Desa Lepang Tengah,” jelasnya.