Kasus Dugaan Penipuan, Mantan Calon Wabup Lamteng Laporkan Balik Surino ke Polda

  • Bagikan
Musa Ahmad memberikan keterangan kepada para wartawan di Graha Jurnalis Polda Lampung terkait laporan baliknya terhadap Surino, Senin (13/3/2017).

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Mantan calon Wakil Bupati (Wabup) Lampung Tengah, Musa Ahmad, melaporkan balik Surino, warga Yukum Jaya, Lampung Tengah ke Polda Lampung terkait kasus pencemaran nama baik, Senin (13/3/2017).

Pelaporan tersebut, diduga dilakukan Surino terhadap Musa Ahmad yang dituduh telah melakukan penipuan dan pemalsuan dokumen sertifikat.
Laporan tersebut, tertuang dalam surat nomor LP/B-303/III/2017/LPG/SPKT.

“Kedatangan saya ke Polda Lampung ini, untuk melaporkan balik Surino dengan tuduhan pencemaran nama baik. Saya akan buktikan, bahwa apa yang dituduhkan Surino ke saya itu tidaklah benar,”ujar Musa kepada awak media di Graha Jurnalis Polda Lampung dengan didampingi kuasa hukumnya, Eko Heri Harsono, Senin (13/3/2017).

Dikatakannya, bahwa ketiga sertifikat yang dulunya milik Surino, ia dapat melalui proses lelang di bank dengan prosedur yang benar dan sesuai berdasarkan aturan. Selain itu juga, bahwa sertifikat itu ia dapatkan dari proses Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

“Jadi apa yang telah dituduhkan Surino itu tanpa berdasar, sehingga membuat saya pribadi dan keluarga merasa terganggu dan tidak nyaman dengan adanya hal ini,”ungkapnya.

BACA: Mantan Calon Wakil Bupati Lampung Tengah Dilaporkan ke Polda

Ditegaskannya, ia tidak mengetahui substansi dirinya dilaporkan Surino terkait penipuan dan pemalsuan dokumen tersebut. Karena menurut dirinya, sudah mengambil langkah yang benar.

Menurutnya, pada November 2013 silam, ia dihubungi dengan pihak bank. Karena sudah beberapa kali melakukan lelang, pihak bank datang menemui dirinya dan menawarkan sertifikat tanah tersebut.

“Setelah saya pelajari, akhirnya saya putuskan untuk mengambil sertifikat tersebut melalui KPKNL Metro. Untuk biaya lelang tiga sertifikat itu, sekitar Rp 320 juta,”jelasnya.

Saat disinggung bahwa Surino pernah menemui dirinya, dan meminta untuk menutupi tunggakan Surino di bank dengan jaminan sertifikat. Musa pun menegaskan, bahwa keterangan tersebut tidaklah benar. Bahkan ia juga, tidak pernah memberikan uang kepada Surino untuk menutupi tunggakannya di bank.

“Saya tahu Surino, tapi saya tidak kenal dekat dengan Surino. Jadi tidak mungkin lah, saya kasih uang gitu aja sama orang yang tidak saya kenal dekat,”pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Surino dengan didampingi kuasa hukumnya Ginda Ansori, melaporkan mantan calon Wakil Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad ke Polda Lampung atas dugaan penipuan dan pemalsuan dokumen, Jumat (10/3/2017) lalu.

Laporan tersebut, tertuang dengan nomor laporan STTPL/294/III/2017/lpg/SPKT tertanggal 10 Maret 2017.

Surino mengaku, dugaan pemalsuan dokumen tersebut, pada tahun 2013 sialm. Pada saat itu, ia memiliki pinjaman uang di salah satu bank di daerah Bandar Jaya. Karena pinjaman telah menunggak, dan tidak sanggup ia melunasinya. Pada 1 Juli 2013 lalu, ia meminta bantuan ke Musa Ahmad untuk menutupi tunggakan pinjaman di bank senilai Rp 225 juta.

“Saya ada pinjaman di bank, karena menunggak saya minta tolong sama pak Musa untuk bantu menutupinya dengan jaminan sertifikat tanah. Saya janji sama pak Musa, setelah ada uang sertifikat itu akan saya tebus. Saat itu perjanjian sama pak Musa, hanya secara lisan saja,”ujar Surino.

  • Bagikan