Beranda Hukum Korupsi Kasus Fee Proyek Dinas PUPR Lamsel, Ini Cara Zainudin Hasan Beli Dua...

Kasus Fee Proyek Dinas PUPR Lamsel, Ini Cara Zainudin Hasan Beli Dua Mobil Xpander

430
BERBAGI
Sidang kasus fee proyek Dinas PUPR Lampung Selatan dengan terdakwa Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Senin, 18 Februari 2019.

TERASLAMPUNG.COM — Bupati Lampung Selatan nonaktif, Zainudin Hasan, ternyata lihai dalam membeli barang mewah. Untuk membeli dua Unit mobil Mitsubishi Xpander, misalnya, ia tidak menggunakan namanya sendiri. Ia membeli mobil mahal itu secara indent melalui transfer rekening pinjaman milik Gatot dan Sudarman.

Fakta ini terungkap dalam sidang lanjutan dugaan fee proyek Dinas PUPR Lampung Selatan di Pengadilan Tipikor PN Tanjungkarang, Senin (18/2/2019). Sidang yang dipimpin oleh Hakim Mien Trisnawaty.

Sudarman adalah seorang kolektor yang bekerja di  PT Nadya Tama Laya.

“Pembelian mobil dua unit Xpander itu melalui rekening Gatot,  terus ditranfer ke rekening saya. Baru kemudian saya bayar ke dealer mobil secara mencicil sampai tiga kali,” ujar Sudarman, kolektor yang menjadi salah satu dari 11 saksi yang diperiksa dalam sidang lanjutan tersebut.

Mobil itu, kata Sudarman, digunakan untuk kepentingan perusahaan dan satunya lagi untuk kepentingan pribadi Zainudin Hasan, yaitu untuk mengantar jemput anaknya.

Selain itu, di tahun 2015 juga Zainnudin Hasan membeli mobil Mercedes Benz dengan uang cash.

”Saya tidak tahu berapa harganya mobil Mercedes benz,”jelasnya kepada jaksa (PU) KPK.

Sudarman juga menjelaskan, Zainudin Hasan sejak tahun 2015 setiap bulan mentransfer uang ke rekeningnya sebesar  Rp100juta/bulan.

“Setiap bulan ada uang masuk di rekening saya sekitar Rp100juta/bulan dari Pak Zainudin Hasan. Tranferan ini berhenti  pada bulan Maret 2018,’ jelasnya.

Sebelas saksi diperiksa secara maraton dalam sidang lanjutan dugaan feeproyek Dinas PUPRLampung Selatan dengan terdakwa Bupati non aktif Zainnudin Hasan, di Pengadilan Tipikor PN Tanjugkarang,Senin (18/2/2019).

Ke-11 saksi itu adalah: Sudarman (kolektor PT. Nadya Tama Laya), Sarjono (sopir pribadi dan perusahaan), M. Yusuf (karyawan PT. Krakatau Indonesia), Asnawi (General Manager PT. Krakatau), Ahmad Bastian (Direktur Rasber Jaya), Vivindria (arsitek pribadi Zainudin Hasan), Bobby Zulhaidir (Direktur PT Krakatau Indonesia).

Kemudian Ruswan Effendi (Direktur CV. Berkah Abadi), Imam Sudrajat, Sunartini (Supervisor Administrasi Kredit Tanjungkarang), dan Antoni Imam (anggota DPRD Provinsi Lampung).

Mas Alina Arifin

Loading...