Beranda Hukum Korupsi Kasus Fee Proyek Rp 14 Miliar, Berkas Perkara Farizal Ditambah dengan Pasal...

Kasus Fee Proyek Rp 14 Miliar, Berkas Perkara Farizal Ditambah dengan Pasal Pemerasan

323
BERBAGI
Farizal didampingi kuasa hukumnya saat berikan keterangan bantahan atas tuduhannya menerima uang dari Djoko kepada awak media, 1 Oktober 2017.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kasus setoran fee proyek senilai Rp 14 miliar yang menjerat tersangka Farizal Badri Zaini, berkas perkaranya mengalami perubahan, yakni dengan dimaksukkannya  Pasal 11 dan 12 huruf e Undang-Undang No. 30 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi (Tipikor).

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, Kombes Pol Dicky Patrianegara, pasal tersebut dimasukkan ke berkas kasus Farizal berdasarkan petunjuk jaksa.

“Dalam Undang-Undang Tipikor, Pasal 12 huruf e adalah Pasal pemerasan oleh pejabat negara,” kata Dicky, kepada Teraslampung.com, Minggu (22/1/2017).

Menurut Dicky, sejauh ini kasus fee proyek senilai Rp 14 miliar itu masuk dalam pemerasan. Ia memastikan nantinya akan berkembang lagi.

“Kami masih menunggu petunjuk selanjutnya dari jaksa,” ujarnya.

Farizal ditetapkan tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan, terkait setoran uang dari sejumlah rekanan. Modus penipuan tersebut, para rekanan dijanjikan mendapatkan proyek di Dinas Cipta Karya dan Dinas Bina Marga Provinsi Lampung.

Kasus tersebut menguak, setelah Farizal dilaporkan oleh Djoko PNS Pemprov Lampung.

Dalam laporannya, Djoko mengaku disuruh oleh Farizal untuk mencari rekanan menggarap proyek. Lalu Djoko mendapat 11 calon rekanan, dan menyetorkan uang yang mencapai miliaran kepada Farizal. Namun belakangan diketahui, bahwa tidak ada pekerjaan proyek yang dijanjikan tersebut.

Selanjutnya, para rekanan mengejar Djoko dan meminta agar uang yang sudah disetorkan dikembalikan. Hingga akhirnya, Djoko melaporkan Farizal ke Polda Lampung dan dalam proses pemeriksaan Djoko ditetapkan sebagai tersangka.

Selain Farizal, bahkan Djoko pun telah dilaporkan balik oleh salah seorang rekanan Frans Tanada. Meski sudah dilakukan pemeriksaan, dan belum ditetapkan sebagai tersangka. Namun dalam perkara dengan terlapor Djoko, sudah masuk ke tahap penyidikan.

Penyidik menemukan adanya bukti aliran dana sebesar Rp 270 juta dari rekanan yang diserahkan ke tangan Djoko.

Para Saksi akan Dipanggil Senin Pekan Ini

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, melanjutkan penyidikan laporan dari rekanan Frans Tanada Cs yang melaporkan Djoko Prihartanto, mantan Kasubdit Bakorluh Pemprov Lampung terkait atas penipuan uang setoran proyek.

Penyidikan kasus tersebut, yang sempat ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum, saat ini dilanjutkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus yang berencana akan memanggil para saksi pada Senin (23/1/2017).

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, Kombes Pol Dicky Patrianegara mengatakan, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap saksi-saki, yakni dari pihak rekanan. Pemanggilan saksi tersebut, bagian dalam lanjutan penyidikan dengan terlapor Djoko Prihartanto.