Beranda Hukum Korupsi Kasus Jual-Beli Jabatan, KPK Tahan Bupati Kudus

Kasus Jual-Beli Jabatan, KPK Tahan Bupati Kudus

256
BERBAGI
Tersangka terkait dugaan kasus suap pengisian jabatan perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Kudus tahun 2019, Bupati Kudus 2018-2023 Muhammad Tamzil (kedua kiri) digiring petugas menuju mobil yang akan membawa ke penjara usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu, 27 Juli 2019. Pasca terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan barang bukti senilai Rp170 juta, Muhammad Tamzil akan ditahan bersama Plt Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus Akhmad Sofyan dan Staf Khusus Bupati Kudus Agus Soeranto. ANTARA
Tersangka terkait dugaan kasus suap pengisian jabatan perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Kudus tahun 2019, Bupati Kudus 2018-2023 Muhammad Tamzil (kedua kiri) digiring petugas menuju mobil yang akan membawa ke penjara usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu, 27 Juli 2019. Pasca terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan barang bukti senilai Rp170 juta, Muhammad Tamzil akan ditahan bersama Plt Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Kudus Akhmad Sofyan dan Staf Khusus Bupati Kudus Agus Soeranto. ANTARA

TERASLAMPUNG.COM — Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menahan Bupati Kudus Muhammad Tamzil. Dia ditahan karena disangka menerima suap Rp 250 juta dari kasus jual-beli jabatan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

“MTZ ditahan di rutan K4 untuk 20 hari pertama,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati, Sabtu, 27 Juli 2019.

Tamzil menghuni rutan yang ada di belakang Gedung KPK, Jakarta Selatan itu mulai hari ini, Sabtu 27 Juli 2019. Selain Tamzil, KPK juga menahan staf khususnya, Agus Soeranto di rutan KPK C1. Sementara tersangka pemberi suap, Akhmad Sofyan, ditahan di Rutan Guntur.

KPK menyangka Tamzil menerima suap Rp250 juta dari Akhmad Sofyan selaku pelaksana tugas Sekretaris Daerah Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus. Uang itu ia terima melalui staf khususnya, Agus Soeranto.

Menurut KPK, Tamzil menyuruh Agus untuk mencarikan uang Rp 250 juta. Uang itu akan dipakai untuk membayar cicilan mobil. Agus lantas menyuruh ajudan bupati untuk mencari orang yang mau memberikan uang itu. Hingga akhirnya Sofyan bersedia memberikan duit tersebut dengan harapan akan memperlancar kariernya di Pemerintah Kabupaten Kudus. Saat penyerahan uang itulah, KPK menangkap Tamzil, Agus dan Sofyan pada Jumat, 26 Juli 2019.

Bupati Kudus M Tamzil membantah menerima uang itu. Ia mengatakan tak pernah menyuruh anak buahnya untuk mencari duit. “Saya enggak pernah perintahkan,” kata dia saat digelandang ke mobil tahanan di depan KPK, Jakarta, Sabtu, 27 Juli 2019.

Tempo.co

Loading...