Beranda News Peristiwa Kasus Kapolres Way Kanan, Kapolda akan Tindak Lanjuti Desakan Lima Organisasi Wartawan

Kasus Kapolres Way Kanan, Kapolda akan Tindak Lanjuti Desakan Lima Organisasi Wartawan

547
BERBAGI
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Sulistyaningsih saat memberikan keterangan pers kepada awak media terkait hasil pertemuan Kapolda Lampung bersama lima organisasi wartawan dan lembaga bantuan hukum pers, Senin (28/8/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kapolda Lampung, Irjen Pol Sudjarno, Waka Polda Lampung Brigjen Pol Bonifasius Tampoi, dan para pejabat utama Polda Lampung menerima pernyataan sikap dari empat organisasi jurnalis yakni IJTI, AJI, PWI, PFI serta LBH Pers Lampung terkait pelecehan profesi wartawan yang dilakukan Kapolres Way Kanan, AKBP Budi Asrul Kurniawan, di Mapolda Lampung, Senin (28/8/2017).

Selain menerima pernyataan sikap dari lima organisasi wartawan dan lembaga bantuan hukum pers, Kapolda berjanji  akan segera memproses dan menindaklanjuti tuntutan tersebut.

Dari kalangan jurnalis dan penasihat hukum hadir, antara lain, ketua IJTI Pengda Lampung, Aris Susanto; Pemred Radar TV, Ary Mistanto bersama Deputi GM Radar Tv, Jefri Ardi; dan Ketua Bantuan Hukum PWI Lampung, Rozali Umar.

Usai menggelar pertemuan diruangan Kapolda Lampung, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Sulistyaningsih, mengatakan Kapolda Lampung telah menerima pernyataan sikap dari empat organisasi jurnalis dan lembaga bantuan hukum pers. Yaitu IJTI, AJI, PWI, PFI dan LBH Pers Lampung terkait ucapan Kapolres Way Kanan, AKBP Budi Asrul Kurniawan.

“Bapak Kapolda sudah menerima langsung pernyataan sikap dari empat organisasi wartawan dan Pak Kapolda sudah menyampaikan permohonan maafnya,”ujarnya kepada awak media di ruangannya, Senin (28/8/2017).

Terkait dengan hal tersebut, kata Sulis, akan ditindaklanjuti dan Kapolres Way Kanan akan dipanggil untuk dimintai keterangannya ke Mapolda Lampung, bersama saksi yang ada dilapangan saat itu dan dua wartawan tersebut.

“Rencana besok pagi akan dimintai keterangannya oleh Bid Propam, hal itu dimaksudkan untuk menyingkronkan kebenaran ucapannya,”ungkapnya.

Sulis juga menyampaikan, bahwa Kapolda sangat menyesalkan atas tindakan Kapolres Way Kanan yang menyampaikan kata-kata yang tidak pas dan kurang pantas didepan media. Karena sampai saat ini, hubungan Polda Lampung dengan media-media dan wartawan baik-baik saja.

“Kami berharap, kejadian ini hanyalah kesalahpahaman saja. Laporan tetap jalan, dan akan ditindaklanjuti. Untuk sanksi etik ada, pastinya menunggu hasil pemeriksaan Propam,”jelasnya.

Diketahui sebelumnya, beredar audio rekaman berdurasi 4 menit 4 detik dan ramai diberitakan Kapolres Way Kanan, AKBP Budi Asrul Kurniawan telah menghina wartawan dan mengatakan bahwa profesi wartawan seperti kotoran hewan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolres Way Kanan di depan dua wartawan lokal, yakni reporter Radar Tv Dedy Tarnando dan wartawan  tabikpun.com, Dian Firasta.

Budi juga melontarlan perkataan bahwa media cetak di Lampung atau wartawan sebagai ‘Kelas Cacingan’. Perwira dengan melati dua dipundaknya ini juga menuding bahwa, industri media cetak sudah tidak ada lagi. Karena saat ini, orang lebih memilih nonton film porno dan siaran televisi luar negeri ketimbang berita dalam negeri.

Kedua jurnalis tersebut sempat merekam pernyataan Kapolres Way Kanan yang dinilai melecehkan profesi wartawan.

Budi juga, meminta agar dua wartawan yang hendak meliputnya saat itu, agar tidak merekam pernyataannya. Lalu ia meminta anggotanya untuk menggeledahnya.

Permasalahan itu berawal ketika wartawan setempat akan meminta konfirmasi terkait permasalahan angkutan batu bara yang melintas di Way Kanan kepada Kapolres tersebut.