Beranda Hukum Kasus Kematian Pasien RS Bumi Waras, Polda Belum Tetapkan Tersangka

Kasus Kematian Pasien RS Bumi Waras, Polda Belum Tetapkan Tersangka

570
BERBAGI
Petugas makam sehabis membongkar makam Bramanto, Rabu sore (19/10/2016).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kasus kematian Bramanto (45), salah seorang pasien cuci darah di Rumah Sakit Bumi Waras (RSBW). Dalam kasus tersebut, hingga saat ini Polda Lampung belum menetapkan adanya tersangka meski kasusnya sudah masuk ke ranah penyidikan sejak November 2016 lalu. Belum adanya penetapan tersangka, Polda Lampung memiliki alasan tersendiri mengenai penanganan kasus tersebut.

BACA: Pasien RSBW Meninggal Dunia, Polisi Segel Mesin Cuci Darah dan Genset

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, Kombes Pol Dicky Patria Negara mengungkapkan, penananganan kasus kematian pasien cuci darah di RSBW tersebut, hingga saat ini penyidik masih harus mencocokkan keterangan para saksi. Karena dalm keterangan saksi, ada ketidaksinkronan. Terutama saksi pelapor, dengan beberapa saksi yang menjadi pasien saat peristiwa itu terjadi dan keluarganya.

“Keterangan yang belum ada kecocokan itu, apa tindakan pertama yang diambil pihak RSBW ketika korban Bramanto mengalami anfal yang diakibatkan matinya mesin cuci darah,”ujar Dicky, Jumat (20/1/2017).

Kemudian, kata Dicky, pihak pelapor menyatakan bahwa pihak rumah sakit tidak segera mengambil tindakan saat mesin cuci darah yang dipakai Bramanto tiba-tiba mati mendadak. Sedangkan dari keterangan para saksi lainnya menyatakan, pihak rumah sakit langsung mengambil tindakan ketika mesin cuci darah itu mati mendadak.

“Untuk mencari keterangan yang benar, kami akan konfrontir para saksi,”ungkapnya.

Diakuinya, sampai saat ini, pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Karena penyebab kematian Bramanto, belum diketahui secara pasti penyebabnya.

Dicky mengutarakan, ada beberapa kemungkinan lainnya yang saat ini sedang didalaminya. Seperti apakah adanya kesalahan prosedur, ataukah salah dalam obat dan juga mengenai masalah peralatannya. Hal tersebut, yang harus didalami satu persatu, sehingga diperlukan waktu yang agak panjang.

“Sampai sekarang ini, kami belum bisa tentukan siapa tersangkanya. Karena adanya beberapa hal yang masih harus didalami lagi,”jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bramanto (45) warga Jalan Tangkupan Perahu, Kelurahan Kupang Kota, Telukbetung Utara meninggal dunia saat menjalani proses cuci darah di ruangan hemodialisa Rumah Sakit Bumi Waras (RSBW), pada Selasa (18/10/2016) pagi lalu.

Bramanto yang menderita sakit ginjal, meninggal dunia diakibatkan karena mesin cuci darah yang digunakan tiba-tiba mati mendadak diduga karena padamnya listrik.