Kasus Kredit Fiktif Rp82 M, Mantan Petinggi BRI Telukbetung Pagi Ini Harus Masuk Sel

Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM — Mantan Senior Acount Officer (AO) BRI Telukbetung, Ahmad Nizam Iqbal (49), terpidana kredit fiktif Rp81,2 miliar, akan segera dieksekusi masuk ke sel tahanan menyusul keluar putusan Kasasi Mahkamah Agung yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Kelas I A Tanjungkarang.

Eksekusi putusan pengadilan akan dilakukan Jumat pagi (31/3/2017) sekira pukul 9.00 WIB.

“Ya ia akan segera dieksekusi (masuk penjara),” kata sumber di PN Tanjungkarang.

Ahmad Nizam Iqbal terjerat kredit fiktif di BRI Cabang Telukbetung yang melibatkan istri mantan Bupati Lampung Selatan Eky Setyanto, Melin Haryani Wijaya.

Dalam vonisnya, majelis hakim PN Tanjungkarang mengganjar Ahmad Nizam Iqbal hukuman penjara selama 3,4 tahun, denda Rp.5 miliar Subsider 6 bulan kurungan.

Namun, Nizam kemudian mengajukan kasasi ke MA. Hasilnya: MA menolak kasasi Nizam dan mengukuhkan putusan majelis hakim PN Tanungkarang no 436/pid.Sus/2013/PN.TK. Ahmad Nizam Iqbal terbukti melanggar Pasal 49 ayat 2 huruf b UU 10/1998 tentang Perubahan UU7/1992 Tentang Perbankan.

Perkara ini bermula ketika adanya perjanjian kerja sama kredit kendaraan bermotor (KKB) oleh joint financing di kantor cabang BRI Teluk Betung dengan pihak ke tiga, yaitu PT Natar Perdana Abadi (PT. NPA) pada Desember 2006, diperbaruhi Juli 2010. Perbuatan itu dilakukan oleh terpidana dalam kurun waktu 2008 sampai 2010 di kantor BRI Teluk Betung.

TL/HLS