Beranda Hukum Korupsi Kasus Makelar Proyek Rp14 M di Pemprov Lampung, Berkas Perkara Farizal...

Kasus Makelar Proyek Rp14 M di Pemprov Lampung, Berkas Perkara Farizal Dilimpahkan ke Kejati

303
BERBAGI
Farizal didampingi kuasa hukumnya saat berikan keterangan bantahan atas tuduhannya menerima uang dari Djoko kepada awak media, 1 Oktober 2016.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Penyidik Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, melimpahkan berkas perkara tahap dua kasus penipuan setoran fee proyek senilai Rp 14 miliar, dengan tersangka Farizal Badri Zaini ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Senin (20/2/2017). Pelimpahan tahap dua tersebut, dilakukan berserta barang bukti

Kasubdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, AKBP Yonirizal Kova membenarkan, pihaknya telah melimpahkan tahap dua berkas perkara tersangka Farizal Badri Zaini, beserta barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Lampung.

“Berkas perkaranya sudah lengkap (P-21), tersangka dan barang bukti sudah kami limpahkan ke kejaksaan, Senin pagi tadi,”ujarnya, Selasa (21/2/2016) sore.

Menurutnya, saat ini kasus tersebut masih terus dilakukan penyidikan, dengan perkaranya Djoko Prihartanto.

Dikatakannya, untuk perkara Djoko, pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi-saksi lain, dan pihaknya belum menetapkan Djoko sebagai tersangka sesuai laporan dari salah satu rekananan, Frans Tanada.

“Untuk perkara Djoko, masih kami sidik, penyidik masih memeriksa saksi-saksi dan belum menetapkan Djoko sebagai tersangka,”terangnya.

Menurut Kasubdit II Direktorat Reserse Kriminal Umum, AKBP Rully Andi Yuniato, pelimpahkan tahap dua dengan tersangka Farizal, penyidik juga menyerahkan beberapa bukti, seperti kwitansi pembayaran diduga bukti pembayaran fee proyek, lalu video dan bukti transkrip percakapan melalui WhatsApp milik tersangka Farizal.

“Ada beberapa bukti, sudah kami sampaikan ke jaksa dan sekarang ini kasusnya sudah berada di tangan kejaksaan,”ungkapnya.

Sementara Kasi Penkum Kejati Lampung, Irfan Nata Kusuma saat dikonfirmasi mengaku, pihaknya belum mengetahui secara pasti mengenai adanya pelimpahan berkas perkara tersangka Farizal Badri Zaini ke Kejaksaan. Selain itu juga, belum mengetahui siapa nama JPU yang menangani perkara Farizal.

“Saya belum tahu kalau sudah dilimpahkan, karena saya belum dapat informasinya. Nanti saya coba tanya dulu siapa JPU nya,”ujarnya.

Diketahui, kasus setoran fee proyek senilai Rp 14 miliar yang bergulir sejak Agustus 2016 lalus, telah menetapkan mantan Kepala Biro Perekonomian Pemrov Lampung, Farizal Badri Zaini sebagai tersangka. Menguaknya kasus tersebut, bermula dari laporan Djoko Prihartanto ke Polda Lampung terkait dugaan kasus penipuan uang setoran proyek Rp 14 miliar. Uang tersebut, merupakan uang setoran milik para rekanan.

Dalam laporannya, Djoko mengaku disuruh dengan Farizal, agar mencari rekanan untuk menggarap proyek. Djoko mendapat 11 calon rekanan, dan menyetorkan sejumlah uang kepada Farizal. Belakangan diketahui, bahwa tidak ada pekerjaan proyek yang dijanjikan (fiktif).

Sejumlah rekanan, mengejar Djoko dan meminta agar uang yang telah disetorkan dikembalikan. Akhirnya, Djoko melaporkan Farizal ke Polda Lampung terkait kasus tersebut. Hingga akhirnya, polisi menetapkan Farizal sebagai tersangka atas dugaan kasus penipuan fee proyek senilai Rp 14 miliar.

Selain Farizal, Djoko pun saat ini tengah dibidik Polda Lampung terkait dengan kasus tersebut, yang sudah dilaporkan oleh salah satu rekanan, Frans Tanada. Meskipun belum ada penetapan tersangka, kasusnya sudah ke tahap penyidikan. Saat ini penyidik telah menemukan adanya bukti aliran dana sebesar Rp 270 juta, yang diberikan oleh rekanan ke tangan Djoko.