Beranda Hukum Kriminal Kasus Mutilasi Anggota DPRD Bandarlampung, Prarekonstruksi Ketiga Digelar di Merak-Banten

Kasus Mutilasi Anggota DPRD Bandarlampung, Prarekonstruksi Ketiga Digelar di Merak-Banten

188
BERBAGI
Pra-rekonstruksi pembujnuhan Pansor dengan tersangka Brigadir Medi Andika dan Tarmizi. Dalam prarekonstruksi ini Medi menolak memeragakan adegan dengan alasan tidak membunuh Pansor.

Teraslampung.com | BANDARLAMPUNG–Polda Lampung kembali menggelar pra rekonstruksi ke tiga kasus pembunuhan dan mutilasi anggota DPRD Bandarlampung, M Pansor yang dilakukan di Merak, Banten, pada Jumat (5/8/2016). Pada gelar prarekonstruksi tersebut, ada sekitar 18 adegan yang diperagakan yakni mengenai penjualan mobil milik M Pansor.

Firdaus salah satu tim kuasa hukum Sopian Sitepu & Partner yang ditunjuk untuk melakukan pendampingan tersangka Brigadir Medi Andika, saat dikonfirmasi melalui ponselnya mengatakan prarekonstruksi ketiga dilakukan di Merak, Banten, karena terkait dengan penjualan mobil milik M Pansor.

Menurutnya, pada saat dilakukan gelar prarekonstruksi, diawali dari Bandarlampung ketika Medi Andika dan Tarmizi akan pergi menuju ke Merak, Banten menggunakan mobil Pansor yang plat kendaraannya sudah diganti dengan plat kendaraan palsu.

SIMAK: Kronologi Brigadir Medi dan Tarmizi Membuang Mayat Mutilasi Anggota DPRD Bandarlampung

“Tujuan Medi dan Tarmizi pergi ke Merak, Banten, mengantarkan mobil Pansor kepada orang yang akan membelinya,”ujar Firdaus, Jumat (5/8/2016) petang.

Berdasarkan prarekonstruksi, kata Firdaus, selama dalam perjalanan dari arah Bandarlampung menuju ke Merak, Banten. Mobil tersebut hanya ditumpangi oleh Medi dan Tarmizi, lalu yang mengemudikan mobilnya adalah Medi.

Ketika sampai di sekitar tarahan, Katibung, Lampung Selatan tepatnya di tempat penjualan oleh-oleh mobil tersebut berhenti. Lalu mereka berganti mengemudi, dan Tarmizi yang kemudiakan mobilnya. Keduanya bertolak menuju ke Pelabuhan Bakauheni dan melakukan penyeberangan menuju ke Pelabuhan Merak, Banten.

“Sesampainya di Merak, Medi dan Tarmizi memarkirkan mobil Pansor disekitar parkiran Pelabuhan. Di tempat itu, ternyata keduanya telah ditunggu oleh dua orang,”ucapnya.

Dikatakannya, dalam prarekonstruksi menurut keterangan Tarmizi, bahwa kedua orang yang sudah menunggunya untuk membeli mobil Pansor, memang sudah dikenal sebelumnya.

SIMAK: Prarekonstruksi Mutilasi Anggota DPRD Bandarlampung, Ada 50 Adegan yang Diperagakan

“Dalam BAP itu, mereka sudah saling mengenal semuanya dan orang itu asalnya dari Palembang juga. Tapi saya tidak tahu, siapa dua orang yang dimaksud dalam BAP itu,”ungkapnya.

Setelah itu, kata Firdaus, mereka menuju ke salah satu warung yang ada disekitar Pelabuhan Merak, Banten. Taklama kemudian, terjadilah penyerahan kunci mobil Pansor dari Medi kepada dua orang tersebut.

Dalam transaksi itu, hanya ada penyerahan barang berupa mobil milik Pansor, tidak ada penyerahan uang ataupun transaksi pembayaran.

Menurutnya, mobil itu dibawa kedua orang tersebut ke daerah Jakarta. Tapi tempatnya di daerah mana ia tidak mengetahuinya, karena sedang dilakukan pencarian oleh polisi mobilnya. Medi dan Tarmizi kembali lagi ke Bandarlampung, tidak menggunakan kendaraan pribadi. Keduanya menaiki kapal untuk menyeberang menuju ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

BACA: Pembunuhan-Mutilasi Anggota DPRD, Brigadir Medi Tolak Peragakan Adegan karena tidak Memutilasi

“Ya jadi di BAP itu, Medi dan Tarmizi kembali lagi ke Bandarlampung dengan ngompreng atau geteng gitu lah naik kapal dan naik mobil travel,”ujarnya.

Ketika sampai di Pelabuhan Bakauheni, Medi dan Tarmizi menumpangi mobil travel plat kuning untuk kembali ke Bandarlampung. Namun ia tidak mengetahui secara pasti, apakah mobil travel ini disewa khusus oleh mereka atau tidak. Karena ia juga belum tahu BAP-nya, tapi sepertinya mobil travel itu bukan disewa khusus oleh keduanya.

“Nah untuk adegan yang ini, memang belum diperagakan Medi dan Tarmizi. Karena sekarang ini, posisi kami masih berada di Merak, Banten,”terangnya.

Firdaus mengutarakan, gelar prarekonstruksi ke tiga ini, ada sekitar 15 adegan yang diperagakan. Namun jumlah adegan tersebut, hanya menyerahkan mobil di Merak, Banten belum termasuk saat keduanya pulang ke Bandarlampung. Seperti pada saat naik kapal, lalu turun dan keduanya naik travel hingga sampai di Bandarlampung.

“Kami perkirakan, kemungkinan bisa sampai 18 adegan nantinya gelar prarekonstruksi ini,”ungkapnya.

Ditegaskannya, seluruh gelar prarekonstruksi tersebut, masih berdasarkan BAP dari tersangka Tarmizi. Sementara Kliennya Medi Andika, tidak ikut memperagakannya dan perannya masih tetap digantikan oleh seorang petugas kepolisian.

“Jadi klaien kami Medi Andika, tidak ikut memperagakan, karena Medi tetap tidak mengakui terlibat dalam pembunuhan M Pansor,”pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Lampung, Kombes Pol Zarialdi mengaku dirinya tidak mengetahui dan ikut melakukan gelar prarekonstruksi ketiga tersebut.

“Maaf ya saya gak tahu dilakukan gelar prarekonstruksi itu, karena saya masih di Jakarta. Ya biasa lah mas masih lidik ini, kan masih ada yang dicari lagi,”ujarnya.

Ikuti Perkembangan Topik: Pembunuhan Anggota DPRD Bandar Lampung