Kasus Mutilasi Anggota DPRD, Brigadir Medi Andika Berikan Kesaksian di PN Tanjungkarang

  • Bagikan

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG– Brigadir Medi Andika, anggota Polres Bandarlampung yang menjaid tersangka pembunuhan dan mutilasi anggota DPRD Bandarlampung, M Pansor, menjadi saksi pada persidangan kasus pembuangan mayat M Pansor dengan terdakwa Tarmidi, di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (14/11/2016).

Dalam kesaksiannya, Medi mengakui bahwa dirinya mengenal korban M Pansor sejak delapan tahun lalu, pada saat sama-sama kuliah di satu kampus.

“Saya dan Pansor memang satu kampus dan kenal dengan dia (korban) semasa kuliah,”kata Medi.

Medi menuturkan, hubungan antara dirinya dengan Pansor hanyalah sebagai teman biasa. Ia mengaku dirinya kenal dengan istri dan anak-anak Pansor. Ia pernah main ke rumahnya Pansor, begitu juga dengan sebaliknya. Bahkan Medi mengetahui beberapa mobil milik Pansor, salah satunya adalah mobil Toyota Inova.

“Terakhir saya bertemu Pansor pada 15 April 2016 lalu, saat itu saya datang ke ruko milik Pansor yang berada di Pasar Tugu sekitar pukul 08.00 WIB,”ucapnya.

Menurutnya, pada saat itu ia hanya mengobrol-ngobrol biasa sembari minum kopi. Lalu siang harinya, Pansor menelepon dirinya namun tak sempat diangkat. Karena saat itu ia sedang tidur di kantornya. Setelah itu Medi tidak pernah bertemu lagi dengan Pansor dan Medi mengetahui Pansor tewas dimutalasi dari media.

Medi mengatakan, bahwa dirinya mengaku mengenal terdakwa Tarmidi sejak tiga tahun lalu  di perumahan di daerah Way Halim. Namun hubungan dirinya dengan Tarmidi, kata Medi, hanya sebagai teman biasa.

“Ya saya kenal dengan Tarmidi dan juga pernah komunikasi dengan Tarmidi,”ujarnya.

Dikatakannya, Tarmidi mengenal istri dan juga orangtuanya, bahkan Tarmidi juga pernah main ke rumahnya yang berada di Perumahan Permata Biru, Sukarame.

“Tarmidi sebagai kanvaser obat-obatan pertanian, wilayah kerjanya di daerah Martapura dan Way Kanan. Dari situlah, orang tua saya kenal Tarmidi karena pernah membeli obat pertanian dari Tarmidi,”terangnya.

Medi mengaku, pada Februari 2016 lalu, dirinya pernah meminta Tarmidi untuk mengantarkannya dan juga istrinya ke rumah orangtuanya di daerah Martapura, OKU Selatan, Sumatera Selatan. Bahkan sebaliknya juga, Tarmidi juga pernah minta tolong kepada dirinya.

Diketahui, Brigadir Medi Andika dan Tarmidi, keduanya terlibat kasus pembunuhan M Pansor anggota DPRD Bandarlampung yang tewas dengan cara dimutalasi. Dalam kasus tersebut, tersangka Medi saat ini masih berstatus sebagai tersangka. Sedangkan Tarmidi, sudah menjalani persidangan sebagai terdakwa pembuangan mayat Pansor.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page