Kasus Mutilasi, Pembuang Mayat Pansor Divonis 1,5 Tahun Penjara

  • Bagikan
Terdakwa Tarmidi, pembuang mayat anggota DPRD Bandarlampung, M Pansor saat menjalani sidang perdana.

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Tarmidi (30) terdakwa pembuangan mayat mutilasi M Pansor — anggota DPRD Bandarlampung– divonis dengan pasal berlapis di sidang Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (19/12/2016). Tarmidi dinyatakan terbukti bersalah, karena menjadi penadah dan membantu membuang mayat anggota DPRD Bandarlampung.

“Terdakwa Tarmidi di hukum dengan pidana penjara selama satu tahun enam bulan,”kata Ketua Majelis Hakim, Minanoer Rachman, Senin (19/12/2016).

Dikatakannya, warga Jalan RA Basyid, Kelurahan Labuhan Dalam, Tanjung Senang tersebut, terbukti bersalah melakukan tindak pidana penadahan sebagaimana diatur Pasal 480 KUHP dan Pasal 181 juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP tentang turut serta dalam pembuangan mayat.

Dalam pertimbangannya, perbuatan yang memberatkan terdakwa, karena tidak menolak untuk mengantarkan rekannya terdakwa Medi Andika ke Martapura, Sumatera Selatan. Setelah merasa curiga, dengan aroma tidak sedap saat terdakwa Tarmidi masuk ke dalam mobil.

“Sementara hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatanya, berlaku sopan dan belum pernah dihukum,”ujarnya.

Putusan yang dijatuhkan majelis hakim tersebut, lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum, yang menuntut terdakwa dengan ancaman hukuman selama dua tahun enam bulan penjara.

Menanggapi putusan tersebut, Martin Johan penasehat hukum terdakwa mengatakan, terdakwa akan pikir-pikir dulu untuk melakukan musyawarah kepada keluarganya sebelum menentukan terima atau banding atas putusan tersebut. Mengenai Pembuktiannya, pihaknya tetap beranggapan bahwa dalam perkara tersebut, kliennya tidaklah bersalah.

“Diketahui Tarmidi bahwa itu mayat, setelah dibuang dan pulang dari Martapura, Sumatera Selatan. Untuk barangnya, memang betul dia (Tarmidi) menerimanya. Tapi Tarmidi tidak tahu barang tersebut hasil dari kejahatan,”ujarnya.

Diketahui, kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap anggota DPRD Bandarlampung, M Pansor tersebut, menyeret dua terdakwa yakni Tarmidi dan Brigadir Medi Andika. Medi merupakan salah seorang oknum anggota polisi, yang bertugas di Satuan Intelkam Polresta Bandarlampung.

  • Bagikan