Beranda Hukum Narkoba Kasus Narkoba: Polda Terus Buru Anggota DPRD dari PDIP

Kasus Narkoba: Polda Terus Buru Anggota DPRD dari PDIP

291
BERBAGI
Kombes Edi Swasono

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDAR LAMPUNG – Jajaran aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, kini disibukkan dengan kaburnya tersangka Musoppa, anggota DPRD Tanggamus dari PDI Perjuangan yang telah ditetapkan sebagai DPO dalam kasus narkoba. Bahkan Polda Lampung saat ini telah menyebarkan poto tersangka Musoppa ke seluruh jajaran Polres/ta dan Polsek/ta untuk melakukan penangkapan terhadap Musoppa.

Direktur Narkoba Polda Lampung Kombes Edi Swasono mengatakan, tim buser Ditnarkoba Polda Lampung saat ini terus mencari tahu keberadaan Musoppa. Bahkan, pihaknya juga telah menyebar seluruh anggotanya ke beberapa wilayah untuk memantau keberadaan tersangka Musoppa.

“Ya yang jelas, kami akan terus mencari keberadaan dia karena ini sudah menghambat proses penyelidikan kita. Bagaimana kami mau memproses hukum dia, kalau yang bersangkutan tidak ada di rumahnya dan belum tertangkap,” kata Edi, Rabu (22/10).

Edi menegaskan, dalam kasus ini pihaknya tidak akan lagi memberi toleransi. Pasalnya, hingga kemarin (Rabu) yang bersangkutan juga tidak kunjung datang untuk dilakukan pemeriksaan.

“Kalau sudah begini, saya tidak lagi memberikan toleransi lagi dan saya sudah perintahkan semua Subdit di Ditnarkoba Polda Lampung untuk segera melakukan pencarian dan menangkap Musoppa,” tegas Edi.

Dikatakan Edi, pihaknya tidak melakukan pencekalan terhadap Musoppa, karena tersangka bukan merupakan tersangka kasus korupsi. “Nggaklah, kami nggak perlu mencekal. saya yakin dia tidak kabur ke luar negeri. Saya yakin itu, dia masih berada di Indonesia. Emangnya dia korupsi miliaran rupiah?” kata dia.

Mantan Wadir Krimsus Polda Lampung ini menuturkan, dia mengaku masih memberi kesempatan terhadap tersangka Musoppa untuk segera dapat menyerahkan diri. Sebab, itu akan menjadi pertimbangan yang meringankan tersangka Musoppa dalam proses di pengadilan nanti.

“Kalau ditangkap ya jelas sudah beda urusannya, kalau tersangka ini tidak tidak segera menyerahkan diri dan malah makin berat kalau sampai tertangkap. Makanya, Jajaran aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, kini disibukkan dengan kaburnya tersangka Musoppa, anggota DPRD Tanggamus dari PDI Perjuangan yang telah ditetapkan sebagai DPO dalam kasus narkoba. Bahkan Polda Lampung saat ini telah menyebarkan poto tersangka Musoppa ke seluruh jajaran Polres/ta dan Polsek/ta untuk melakukan penangkapan terhadap Musoppa.

Direktur Narkoba Polda Lampung Kombes Edi Swasono mengatakan, tim buser Ditnarkoba Polda Lampung saat ini terus mencari tahu keberadaan Musoppa. Bahkan, pihaknya juga telah menyebar seluruh anggotanya ke beberapa wilayah untuk memantau keberadaan tersangka Musoppa.

“Ya yang jelas, kami akan terus mencari keberadaan dia (Musoppa-Red), karena ini sudah menghambat proses penyelidikan kita. Bagaimana kami mau memproses hukum dia, kalau yang bersangkutan tidak ada dirumahnya dan belum tertangkap,” kata Edi, Rabu (22/10).

Edi menegaskan, bahwa dalam kasus ini, pihaknya tidak akan lagi toleransi bagi tersangka Musoppa. Pasalnya, hingga kemarin (Rabu) yang bersangkutan juga tidak kunjung datang untuk dilakukan pemeriksaan.

“Kalau sudah begini, saya tidak lagi memberikan toleransi lagi dan saya sudah perintahkan semua Subdit di Ditnarkoba Polda Lampung untuk segera melakukan pencarian dan menangkap Musoppa,” tegas Edi.

Dikatakan Edi, pihaknya tidak melakukan pencekalan terhadap Musoppa, karena tersangka bukan merupakan tersangka kasus korupsi. “Nggaklah, kami nggak perlu cekal mencekal, saya yakin dia tidak kabur ke luar negeri. Saya yakin itu, dia masih berada di Indonesia. Emangnya dia korupsi miliaran rupiah kan ngggak ya toh,” kata dia.

Mantan Wadir Krimsus Polda Lampung ini menuturkan, dia mengaku masih memberi kesempatan terhadap tersangka Musoppa untuk segera dapat menyerahkan diri. Sebab, itu akan menjadi pertimbangan yang meringankan tersangka Musoppa dalam proses di pengadilan nanti.

“Kalau ditangkap ya jelas sudah beda urusannya, kalau tersangka ini tidak tidak segera menyerahkan diri dan malah makin berat kalau sampai tertangkap. Jadi makanya saya minta dia (Musoppa-Red) segera menyerahkan diri. Apalagi dia itukan anggota legislatif, harus gentle lah jangan sembunyi-sembunyi. Berani berbuat, ya harus berani bertanggung jawab,” tuturnya.

Ditambahkannya, beberapa anggota juga sudah disebar dibeberapa tempat yang menjadi persinggahan Musoppa. Namun, Edi enggan membeberkan dimana saja tempat-tempat yang menjadi tempat persembunyian tersangka tersebut .

”Kalau saya kasih tahu, sama saja boong. Karena itu kan sudah masuk dalam penyelidikan kami untuk menangkap dia, nanti kalau kami beritahukan ke media, dia makin menjauh,” kata dia.

Jika Musoppa berada di luar Lampung, kata Edi, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda setempat untuk melakukan penangkapan. “Ya kalau ada informasi sekecil apapun tentang keberadaan dia, beritahukan ke kami. Akan kami tindak lanjuti. Kalau dia berada di luar Lampung, ya jelas kita koordinasi dengan Polda setempat,” tandasnya.

Sementara itu, untuk dua tersangka lainnya yakni Hasmuni dan Iswahyudi, Edi mengatakan sedang dalam pemberkasan. “Berkas mereka sedang dalam pemberkasan, mungkin dalam waktu dekat ini selesai dan akan dilimpahkan ke Kejaksaan,” terangnya.

Hasmuni dan Iswahyudi ditangkap di areal parkir Hotel Novotel Bandarlampung, sebelum digelandang ke kamar hotel tempat mereka mengadakan pesta sabu. Dari keterangan Hasmuni dan Iswahyudi, terungkap nama Musoppa. Peserta pesta sabu itu ada lima orang. Hanya dua orang lain identitasnya masih belum diketahui karena kedua wanita itu dibawa sendiri oleh Musoppa.

“Makanya saya minta dia segera menyerahkan diri. Apalagi dia itukan anggota legislatif, harus gentle lah jangan sembunyi-sembunyi. Berani berbuat, ya harus berani bertanggung jawab,” tuturnya.

Ditambahkannya, beberapa anggota juga sudah disebar dibeberapa tempat yang menjadi persinggahan Musoppa. Namun, Edi enggan membeberkan di mana saja tempat-tempat yang menjadi tempat persembunyian tersangka tersebut .

”Kalau saya kasih tahu, sama saja boong. Karena itu kan sudah masuk dalam penyelidikan kami untuk menangkap dia, nanti kalau kami beritahukan ke media, dia makin menjauh,” kata dia.

Jika Musoppa berada di luar Lampung, kata Edi, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda setempat untuk melakukan penangkapan. “Ya kalau ada informasi sekecil apa pun tentang keberadaan dia, beritahukan ke kami. Akan kami tindak lanjuti. Kalau dia berada di luar Lampung, ya jelas kita koordinasi dengan Polda setempat,” tandasnya.

Sementara itu, untuk dua tersangka lainnya yakni Hasmuni dan Iswahyudi, Edi mengatakan sedang dalam pemberkasan. “Berkas mereka sedang dalam pemberkasan, mungkin dalam waktu dekat ini selesai dan akan dilimpahkan ke Kejaksaan,” terangnya.

Hasmuni dan Iswahyudi ditangkap di areal parkir Hotel Novotel Bandarlampung, sebelum digelandang ke kamar hotel tempat mereka mengadakan pesta sabu. Dari keterangan Hasmuni dan Iswahyudi, terungkap nama Musoppa. Peserta pesta sabu itu ada lima orang. Hanya dua orang lain identitasnya masih belum diketahui karena kedua wanita itu dibawa sendiri oleh Musoppa.