Beranda Hukum Narkoba Kasus Narkoba, Polisi dan Pegawai Honorer PN Kotabumi Dicokok Petugas Polres Lampura

Kasus Narkoba, Polisi dan Pegawai Honorer PN Kotabumi Dicokok Petugas Polres Lampura

658
BERBAGI
Ilustrasi
‎Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi– Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Utara mencokok ‎seorang oknum polisi dan oknum honorer Pengadilan Negeri (PN) Kotabumi lantaran diduga terlibat dalam peredaran narkoba, Rabu malam (31/1/2018).

Belakangan diketahui oknum polisi itu berinisial ‎berinisial Af (35) dengan pangkat Briptu. Sementara oknum tenaga honor PN itu berinisial HS (31). Keduanya ditangkap di waktu dan tempat berbeda.

‎”Yang pertama kali diamankan ialah HS. HS diamankan saat nongkrong dengan rekannya di pinggir jalan di Kelurahan Tanjung Senang, Kotabumi Selatan,” terang Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres, Iptu Andri Gustami, Kamis (1/2/2018).

Pihak kepolisian menemukan tujuh paket kecil sabu di dalam saku celana HS. Tiap paket itu diperkirakan dijual oleh HS dengan harga Rp200.000. Berdasarkan pengakuan HS, sabu itu didapatnya dari Af.

BACA: Terlibat Kasus Narkoba, Polres Lampura Pastikan Oknum Polisi akan Dipecat

Saat itu diketahui jika Af sedang berada di tempat karaoke ‘Mustika Queen’ yang tak jauh dari lokasi penangkapan HS. Tanpa menunggu lama, anggota Satresnarkoba langsung bergerak ke tempat Af berada‎. Dan benar saja, di dalam salah satu ruangan terdapat Af yang saat itu sedang ditemani oleh rekan perempuannya.

“‎Setelah itu, kami langsung menuju kosan Af di Desa Candimas, Abung Selatan,” kata Andri.

‎Di kosan Af, pihaknya kembali menemukan tujuh paket sabu ukuran sedang dan tiga paket sabu ukuran kecil serta empat butir pil ekstasi warna Pink. Barang bukti sabu ditemukan di depan kosan yang bersangkutan, sedangkan pil ekstasi ditemukan di horden kosan.

“Total berat sabu mencapai 10 gram,” jelasnya.

Menurut Andri, rekan perempuan Af terpaksa dilepas karena hasil tes urine yang bersangkutan sama sekali tak mengandung narkoba. ‎Keduanya akan dijerat dengan pasal 114 dan 112 Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Ancaman minimalnya lima tahun penjara, sedangkan maksimal hukumannya dua puluh tahun penjara,” katanya.

Penangkapan atas Af menjadi pukulan telak bagi Polres Lampung Utara karena dua hari sebelumnya pihak polres melakukan penandatanganan fakta integritas anti narkoba di Mapolres. Kegiatan ini adalah tindak lanjut program Kapolri dan Kapolda Lampung yang menginginkan jajarannya menjadi pelopr tertib sosial dan bersih dari narkoba.

Dalam kesempatan itu, Kapolres AKBP Eka Mulyana menegaskan tak akan memberi ampun bagi anggotanya yang kedapatan terlibat dalam kasus narkoba. Hukuman bagi anggota yang terbukti tersangkut kasus narkoba ialah pemberhentian dengan tidak hormat (PDTH). Kini, publik tentu menanti keseriusan Kapolres terkait kasus yang menyeret salah satu anggotanya.