Kasus Pejabat Lampura Cabuli Anak 5 Tahun Masih Mandek

  • Bagikan
Jo, oknum pejabat di Dinas Pendidikan dan ‎Lampung Utara.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Berkas perkara kasus pencabulan terhadap Melati (5) yang diduga dilakukan oleh Jo, oknum pejabat Dinas Pendidkan Kabupaten Lampung Utara belum mengalami perkembangan berarti. Pihak kepolisian masih melakukan perlengkapan berkas perkara sesuai petunjuk jaksa alias P19.

“Kami sedang melengkapi berkas perkara sesuai petunjuk pihak kejaksaan dalam kasus ini atau masih dalam tahap P19,” terang Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres, AKP Syahrial, di Mapolres Lampung Utara, Selasa (6/2/2018).

Adapun petunjuk jaksa yang harus mereka lengkapi dalam berkas perkara ialah menambahkan keterangan saksi pendukung lainnya. Saksi yang dimaksud adalah seseorang yang mengetahui seputar kejadian maupun seseorang yang melihat keberadaan Jumino dan korbannya.

Padahal, menurut Syahrial, jika merunut pasal 184 pada Kitab Undang – Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), penahanan terhadap seorang tersangka itu sudah dapat dilakukan saat dianggap telah memenuhi dua unsur atau memiliki dua alat bukti. Pelbagai syarat penahanan itu di antaranya saksi korban, saksi ahli, surat visum, keterangan tersangka.

“(Menambahkan keterangan saksi) Itu yang belum bisa kami lakukan,” kata dia.

BACA: Cabuli Bocah 5 Tahun, Oknum Pejabat Dinas Pendidikan Lampura Dibekuk Polisi

Di sisi lain, Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kotabumi, Husni Mubarok menegaskan bahwa penambahan keterangan saksi yang mereka minta itu bukan seperti yang dimaksudkan oleh pihak kepolisian. Saksi pendukung itu seperti saksi yang melihat tersangka mengantarkan korban, saksi yang ada di dalam rumah.

“Jadi, bukan saksi yang melihat kejadian itu,” papar Husni.

Kendati demikian, Husni mengaku pihaknya akan meneliti dulu berkas kasus ini untuk melihat kemungkinan apakah perkara ini dapat dinyatakan lengkap atau P21 atau masih harus dilengkapi keterangan saksi lainnya.

“Kalau memang keterangan saksi yang ada dirasa masih kurang maka pihaknya akan mengharuskan pihak kepolisian untuk segera melengkapinya,” tegas dia.

Kasus dugaan pencabulan yang menyeret nama Jo, oknum pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara ini terjadi pada tanggal 17 November tahun lalu.

Kasus ini sangat menyentak publik karena selain diduga melibatkan oknum pejabat, korbannya sendiri tak lain masih terbilang cucu korban.

BACA: Pejabat Lampung Utara yang Diduga Cabuli Bocah 5 Tahun Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Jo akhirnya ditetapkan sebagai tersangka setelah ada keterangan korban yang kala itu didampingi ahli psikolog. Ahli meyakini keterangan korban merupakan keterangan yang jujur dan bukan mengada – ada.

  • Bagikan