Kasus Pelecehan Seksual Oknum Kades di Lamsel, Polisi Dalami Keterangan Tiga Staf Desa dan Korban

  • Bagikan
Ilustrasi kekerasan seksual, pelecehan seksual - (Suara.com/Ema Rohimah)

Zainal Asikin I Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN—Penyidik Subdit IV Renakta (Remaja anak dan wanita) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung masih melakukan penyelidikan kasus dugaan pelecehan seksual oknum Kades Rawa Selapan, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan berinisial BAP terhadap korban, RF (20),  dengan mendalami keterangan tiga staf desa Rawa Selapan serta korban.

Dalam kasus tersebut, korban RF didampingi Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR telah melaporkan kasus dugaan asusila itu ke Polda Lampung dan laporan itu tertuang dalam Laporan Polisi (LP) nomor : LP/B-540/III/2021/LPG/SPKT Polda Lampung tertanggal 31 Maret 2021.

Korban melaporkan tentang peristiwa Pidana UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP Pasal 289 KUHP. Dalam laporan itu diterangkan bahwa dari bulan Juli 2020 hingga Februari 2021, korban Ririn mengalami tindakan pelecehan seksual dilakukan terlapor oknum Kepala desa (Kades), Bagus Adi Pamungkas di mobil ambulan dan di Kantor Desa Rawa Selapan.

Usai pelaporan itu, penyidik Subdit IV Renakta melakukan penyelidikan dengan memanggil  staf desa Rawa Selapan yakni Kaur Pemerintahan, Kaur Kesra (sebelumnya sebagai sopir ambulan desa), Sekretaris desa (Sekdes) ,dan Kaur Keuangan untuk dimintai keterangannya pada Senin (19/4/2021).

Dalam pemanggilan tersebut, penyidik telah memeriksa tiga orang saksi staf desa Rawa Selapan, sementara satu orang staf desa yakni Sekretaris desa (Sekdes) tidak hadir (mangkir) dari panggilan penyidik kepolisian. Belum diketahui secara pasti alasan Sekdes Rawa Selapan tidak datang penuhi panggilan tersebut.

Informasi yang diterima teraslampung.com, kasus dugaan pelecehan seksual oknum Kades Rawa Selapan tersebut, selain sopir ambulan desa (Kaur Kesra) yang diduga mengetahui aksi bejat yang dilakukan oknum Kades terhadap korban RF, Sekdes itu juga dikabarkan mengetahui kejadian itu.

Selang satu hari pasca pemeriksaan tiga orang staf desa Rawa Selapan, penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung, melakukan pemanggilan korban RF pada Selasa (20/4/2021). Dalam pemeriksaan itu, korban RF didampingi ayahnya serta satu orang kerabatnya.

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung, AKBP Adi Sastri saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang staf desa Rawa Selapan terkait kasus dugaan pelecehan seksual oknum Kades Rawa Selapan, Kecamatan Candipuro, Lampung selatan. Sementara satu orang saksi lagi, tidak hadir penuhi panggilan.

“Ya benar, tiga hari lalu (Senin) tiga staf desa sudah dimintai keterangannya terkait kasus dugaan pelecehan seksual oknum Kades terhadap korban RF,”kata dia kepada teraslampung.com, Kamis (22/4/2021).

Selain ketiga saksi staf desa yang sudah dimintai keterangan, kata AKBP Adi Sastri, penyidik juga telah meminta keterangan dari korban RF.

Namun saat disinggung mengenai kapan akan dilakukan pemanggilan terhadap terlapor (oknum Kades). AKBP Adi Satri enggan berkomentar atau meberikan jawaban mengenai hal tersebut.

“Yang jelas, kasus tersebut saat ini masih tahap lidik,”tandasnya.

Sementara ayah korban, Sunaryo kepada teraslampung.com mengatakan, dirinya menyerahkan sepenuhnya proses hukum tersebut ke pihak kepolisian untuk mengungkapnya.

“Saya dan keluarga, meyerahkan ke pihak berwajib (kepolisian) untuk mengungkap kasusnya dan pelakunya diproses secara hukum,”ungkapnmya.

Saat ditanya mengenai kondisi anaknya (korban RF), Sunaryo mengaku merasa lega karena kondisi anaknya, RN sudah membaik dan tidak ketakutan lagi seperti sebelumnya saat kejadian itu mencuat ke publik dan adanya tekanan dari terduga pelaku.

“Setelah diberikan pendampingan dari Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR, alhamdulilah anak saya RF kondisinya baik tidak ketakutan seperti sebelumnya,”tandasnya.

Hal senada juga dikatakan kerabat korban AKW “Psikis RF sudah membaik tidak ketakutan lagi, dia (RF) sudah mau ketawa dan diajak bicara juga cerita mengenai kejadian yang dialaminya. Kami juga berharap, pihak kepolisian dapat memproses kasus yang menimpa korban yang sudah dilaporkan itu secara hukum,”kata dia.

Diketahui, seorang oknum Kepala desa (Kades) di Lampung Selatan di wilayah Kecamatan Candipuro berinisial BAP, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap RF (20) yang tidak lain adalah staf desanya. Aksi pelecehan seksual tersebut, diduga dilakukan di kantor desa dan di mobil ambulan desa.

Mencuatnya dugaan pelecehan seksual tersebut, setelah RF menceritakan kejadian yang dialaminya ke kerabatnya dan munculnya pemberitaan di media. Sejak saat itulah menjadi ramai perbincangan warga masyarakat desa Rawa Selapan, dan warga desa lainnya di Kecamatan Candipuro.

Tidak hanya itu saja, atas perbuatan tidak terpuji yang diduga dilakukan oknum Kades terhadap staf kantor desanya, menjadi keresahan publik khususnya warga desa setempat lantaran aksi pelecehan seksual itu dilakukan di Kantor desa yang notabenenya sarana pelayanan publik masyarakat serta dilakukan di mobil ambulan desa.

Masyarakat desa Rawa Selapan, Kecamatan Candipuro menginginkan permasalahan itu diproses hukum untuk dapat mengungkap kebenarannya. Korban RF banyak mendapat dukungan dari kerabat dan masyarakat desa. Mereka memberikan dukungan, agar RF dan keluarganya kuat dan jangan takut mengungkap kebenaran.

Kemudian korban RF didampingi kerabatnya mendatangi Polres Lampung Selatan di bagian Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), namun sayangnya keterangan RF kurang mendapat tanggapan responsif dari petugas.

Selanjutnya, korban RF bersama keluarganya dan didampingi Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR Lampung, melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual itu ke Polda Lampung pada tanggal 31 Maret 2021 lalu.

Salah seorang kerabat korban berinsial MRn saat dikonfirmasi membenarkan, pihak keluarga dan korban didampingi Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR sudah melaporkan kasus dugaan pelecehan seksual oknum Kades Rawa Selapan tersebut ke Polda Lampung.

“Ya benar mas, kasusnya sudah dilaporkan ke Polda Lampung belum lama ini,”kata dia kepada teraslampung.com, Minggu (18/4/2021) malam.

Terkait pendampingan korban, lanjut MRn, pihak keluarga menyerahkan kepada Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR. Ia pun berharap, kasus pelecehan seksual yang sudah dilaporkan tersebut dapat segera diproses agar kasusnya dapat terungkap.

“Kami (keluarga) menyerahkan kepada DAMAR untuk pendampingan korban. Kami juga meminta,agar kasus itu dapat segera diproses oleh penegak hukum (kepolisian) untuk mengungkapnya,“ungkapnya.

Sementara Direktur Lembaga advokasi perempuan DAMAR Lampung, Ana Yunita saat dikonfirmasi teraslampung.com juga membenarkannya.

“Benar, kasus dugaan pelecehan seksual korban RF sudah dilaporkan ke Polda Lampung belum lama ini,”katanya, melalui pesan singkat WhatsApp.

  • Bagikan