Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Kasus Pembuangan Pasien, Herman HN: Ada yang Ingin Memojokkan Saya

Kasus Pembuangan Pasien, Herman HN: Ada yang Ingin Memojokkan Saya

7240
BERBAGI

Mas Alina Arifin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG—Walikota Bandarlampung Herman HN menegaskan pihaknya langsung sudah melakukan beberapa langkah untuk menindaklanjuti kasus pembuangan pasien hingga meninggal oleh karyawan rumah sakit dan tukang parkir.

Baca Juga: Pelaku Mengaku Bukan Sekali Membuang Pasien

Selain memberhentikan dua pejabat rumah sakit dari jabatannya, Herman mengaku sudah memberhentikan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Dadi Tjokrodipo.

“Kasus ini sudah banyak titik terangnya. Kasubag kepegawaian dan kepala ruangan yang memerintahkan pasien untuk dibuang sudah saya berhentikan,” kata Herman HN, usai bertemu Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila di kantornya, Jumat (7/2/2014).

Sebelumnya, Walikota Bandarlampung bertemu dengan Ketua Komnas HAM SN Laila.

Pertemuan berlangsung tertutup selama dua jam di ruang Walikota Bandarlampung itu juga dihadiri pihak rumah sakit daerah Bandarlampung A.Dadi Djokrodipo, Kapolres Bandarlampung, dan Ketua DPRD  Bandarlampung.

Herman mengaku aneh ada perilaku karyawan rumah sakit yang seharusnya melayani pasien dengan baik tetapi justru membuang pasien. Menurut Herman, sejak 2011 lalu Pemkot Bandarlampung sudah menggratiskan biaya berobat semua warga kurang mampu Bandarlampung yang berobat di rumah sakit milik Pemkot Bandarlampung itu.

BACA: Inilah Skenario Jahat Membuang Pasien Rumah Sakit Hingga Korban Meninggal

“Berobat gratis itu untuk semua jenis penyakit. Warga tidak mampu dirawat di kelas tiga,” kata dia.

Herman mensinyalir ada pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin memanfaatkan kasus ini agar dirinya terpojok. “Ada yang ingin menyudutkan saya karana saya akan mencalonkan diri sebagai Gubernur Lampung,” tukasnya.

Soal pencopotan jabatan Direktur RSUDT, Herman mengatakan pemberhentian itu hanya sementara.

“Itu bukan karena dia bersalah tetapi karena tanggung jawabnya. Bersalah atau tidaknya baru akan ketahuan setelah ada pemeriksaan dari kepolisian. Jika dia tidak bersalah akan menjabat kembali,” kata Herman.

BACA: Ketua Komnas HAM SN Laila: Ada Kesalahan Prosedur dalam Kasus Pembuangan Pasien

Rumah sakit A Dadi Tjokrodipo, menurut Herman HN, adalah salah satu rumah sakit terbaik karena  menurut pihak oumbudsman pelayanannya cukup baik.

 

Loading...