Beranda Hukum Kasus Pembunuhan Karyawan Unimal, Jaksa Tolak Pledoi Terdakwa Camelia

Kasus Pembunuhan Karyawan Unimal, Jaksa Tolak Pledoi Terdakwa Camelia

470
BERBAGI
Terdakwa Cameli, dituntut hukuman 18 tahun penjara

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Sidang dengan agenda tanggapan atas pledoi (replik) terhadap terdakwa Kamella Titian alias Camelia (26) dalam kasus pembunuhan M. Sofyan, Kabag Kepegawaian Universitas Malahayati (Unimal), kembali digelar di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, pada Selasa (16/2/2016).

Dalam sidang itu, jaksa menolak pembelaan terdakwa yang mengaku, tidak merencanakan pembunuhan dan membawa kabur barang berharga milik korban.

“Setelah mendengar dan mencermati, pembelaan atau pledoi yang disampaikan terdakwa melalui pengacaranya, pada sidang sebelumnya. Jaksa tetap pada tuntutan kami semul,”ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sayekti Chandra saat membacakan replik, Selasa (16/2/2016).

BACA: Pembunuhan Karyawan Universitas Malahayati, Camelia Terancam Penjara Seumur Hidup

Dalam nota pembelaannya yang dibacakan kuasa hukum terdakwa, Hasan Basri, pada Selasa (9/2/2016) lalu, dirinya tidak sependapat dengan Pasal yang dijatuhkan kepada kliennya tersebut

“JPU menuntut dengan Pasal 339 KUHP, semestinya Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan bukannya pembunuhan,”terangnya.

Kamella Titian dituntut selama 18 tahun penjara, karena dinilai terbukti telah melanggar Pasal 339 Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP tentang Pembunuhan.

Menurut JPU, Kamella terbukti bersalah melakukan pembunuhan secara bersama-sama dengan Prada Ahmad Dadi Pracipta (diproses di kesatuannya).

BACA: Inilah Menit ke Menit Pembunuhan Karyawan Universitas Malahayati

Berdasarkan fakta dalam persidangan, kata JPU, membuktikan bahwa perbuatan terdakwa Kamella memenuhi unsur-unsur pidana dalam pasal yang didakwakan pada saat persidangan bulan Nopember dan Desember 2015 lalu. Terungkap rasa kesal, melatarbelakangi Kamella menghabisi nyawa M. Sofyan.

Menurut Camella, pembunuhan dipicu lantaran Kabag Kepegawaian Universitas Malahayati (Unimal) Lampung itu, tidak mau memberikan uang yang dijanjikan usai mengintiminya.

Camelia mengenal Sofyan pada Juni 2015 silam, perkenalan tersebut bermula melalui aplikasi chatting Line. Dari perkenalan itulah, selanjutnya mereka berkomunikasi melalu BlackBerry Messenger (BBM).

BACA: Pembunuhan Pegawai Universitas Malahayati: Tujuh Fakta dan Cinta Segitiga

Loading...