Kasus Pemukulan Khamamik, Polda Periksa Kades dan Anggota Linmas

  • Bagikan
Khamami

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Penyidik Subdit I Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, memeriksa delapan orang saksi terkait insiden kasus pemukulan terhadap Khamami, calon bupati (Cabup) Mesuji, pada Selasa (10/1/2016).

Delapan orang saksi yang diperiksa tersebut, Kepala Desa dan anggota Linmas yang berada dilokasi kejadian.

Menurut keterangan Suwanto, Kepala Desa Panca Bhakti, Mesuji mengatakan, bahwa dirinya bersama beberapa Kepala Desa lainnya dan anggota Linmas diperiksa sebagai saksi terkait dengan insiden pemukulan calon bupati (Cabup), Khamami yang terjadi di Balai Desa Panca Warna SP 5 E, Kecamatan Way Serdang, Mesuji, Selasa (20/12/2016) malam lalu.

“Ada delapan orang yang diperiksa, mereka yang diperiksa Kepala Desa dan anggota Linmas. Kalau saya, sudah diperiksa tadi,”ujarnya saat ditemui di luar ruang pemeriksaan, Selasa (10/1/2017).

Dikatakannya, dalam pemeriksaan tadi, ia mendapat 10 pertanyaan dari penyidik. Pertanyaan tersebut, seputar kejadian di Balai Desa Panca Warna SP 5 E, Kecamatan Way Serdang, Mesuji.

Khamami mengaku saat kejadian ia tidak mengetahui secara pasti. Karena saat itu, ia melihat sudah banyak orang dan ramai. Bahkan ada beberapa orang yang membawa senjata tajam, kayu dan parang.

“Kalau kejadian persisnya saya tidak tahu, malam itu orang banyak ada Kades dan juga anggota Linmas. Saya melihat ada orang yang bawa parang dan kayu, lalu benda itu di ayun-ayunkan sama mereka,”ungkapnya.

Pada malam itu, kata Suwanto, dilokasi ada Khamami sebagai calon Bupati Mesuji dari pasangan calon nomor urut 2. Mengenai siapa yang telah melakukan pemukulan Khamami dan yang dipukul, ia tidak mengetahuinya.

“Setahu saya hanya itu saja, kalau siapa yang mukul dan dipukul saya nggak tahu,”jelasnya.

  • Bagikan