Kasus Pemukulan Nenek Penjual Air Panas, Satpam RSUAM Ditahan

  • Bagikan
Ilustrasi

TERASLAMPUNG.COM — IM, petugas satuan pengamanan (Satpam) RSU Abdul Moeloek (RSUAM) Bandarlampung ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap Lasmi, seorang nenek penjual air panas.

“IM ditetapkan sebagai tersangka. Alat bukti sudah terpenuhi. Ia ditahan untuk mempermudah proses penyidikan,” kata “Alat bukti sudah terpenuhi,” kata Kepala Satreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Devi Sujana, Jumat, 10 September 2021.

Menurutnya, satpam yang berstatus PNS itu dijerat dengan Pasal 351 KUHP dengan hukuman di atas lima tahun penjara.

Kabar tentang kekerasan yang dilakukan seorang satpam RSUAM  terhadap seorang perempuan tua yang biasa berjualan air panas di lingkungan RSUAM, 7 September 2021 lalu, memicu kemarahan publik. Informasi disertai video yang menjadi viral itu cepat tersebar melalui media sosial.

Dalam video itu Lasmi, warga Kelurahan Penengahan, Kecamatan Kedaton, mengalami luka di bibirnya. Lasmi mengaku bibirnya jontor karena dipukul satpam RSUAM.

Lasmi mengaku terpaksa harus datang ke RSUAM karena untuk mengantarkan air panas pesanan pelanggan di lantai  tiga dan lantai empat gedung RSUAM.

Menurut Lasmi, sambil menyuruh Lasmi pergi satpam tersebut mengucapkan kalimat makian. “Setelah itu saya dipukul,” katanya.

Sebelumnya, sehari setelah video itu viral, Direktur RSUAM Lukman Pura meminta maaf terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan anak buahnya. Ia menduga, satpam tersebut tidak memukul penjual air panas.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada nenek Lasmi dan keluarganya. . Kalau sampai pemukulan saya rasa enggaklah,” kata Lukman.

Menurutnya, ia sudah meminta keterangan oknum satpam tersebut dan meyakini tidak terjadi pemukulan.

Soal luka di bibir nenek Lasmi, Lukman meyakini hal itu akibat reaksi spontan IM saat meminta nenek Lasmi tidak berjualan di RSUAM.

“Itu reaksi spontan saja karena ada bagian tubuh yang disentuh dan sebagainya. Sekali lagi saya mohon maaf,” katanya.

Lukman mengatakan, RSUAM sudah beberapa kali menegur nenek Lasmi agar tidak berjualan di dalam rumah sakit karena dikhawatirkan menjadi carrier atau pembawa virus Covid-19.

“Saya tidak biarkan dia berjualan karena sayang dengan nenek Lasmi, sekarang kan pandemi, kunjungan saja sekarang dilarang, apalagi berjualan,” katanya.

  • Bagikan