Beranda Hukum Kasus Penambangan Pasir Gunung Anak Krakatau, Direktur PT Eval akan Segera Disidangkan

Kasus Penambangan Pasir Gunung Anak Krakatau, Direktur PT Eval akan Segera Disidangkan

118
BERBAGI
Kapal yang dipakai PT Eval ditangkap Polairud Polda Lampung di perairan Krakatau.

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Lampung telah melimpahkan berkas tersangka kasus pengerukan pasir illegal di Lampung Selatan (Lamsel), atas nama Direktur PT Eval, Suharsono ke Pengadilan Negeri Tanjungkarang.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Lampung, Yadi Rachmat, mengatakan, pelimpahan berkas tersangka perkara mitigasi bencana berkedok pengerukan pasir illegal di pulau Sebesi wilayah Gunung Anak Krakatau (GAK) Lampung Selatan, dilakukan pada Jumat (19/6) lalu.

“Sudah dilimpahkan berkasnya oleh JPU ke Pengadilan pada Jumat lalu,” kata Yadi, Minggu (21/6).

Yadi menuturkan, berkas penyidikan terhadap tersangka Direktur PT Eval tersebut, sebelumnya telah dinyatakan lengkap oleh JPU saat pelimpahan tahap II. JPU pun bekerja cepat dan dalam selang waktu beberapa hari, berkasnya dilimpahkan ke Pengadilan.

Menurutnya dalam perkara tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal yang sebagaimana diatur dalam UU RI No.32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Dijelaskannya, terkait proses pengembangan kasus tersebut, menunggu hasil dari persidangan. Nantinya, jika diketahui dan ditemukannya fakta baru. Akan tetapi, proses penyelidikannya dilakukan oleh Polda Lampung.

“Kasus ini yang mengusutnya Polda, jadi mereka yang nantinya akan menindaklanjutinya,”jelasnya.

Diketahui sebelumnya, kasus Mitigasi Bencana berkedok pengerukan pasir hitam illegal di pulau sebesi wilayah Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan diselidiki oleh tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) dan Direktorat Kepolisian Air (Dirpolair) Polda
Lampung. Berdasarkan hasil gelar perkara, Polda menetapkan satu tersangka yakni Direktur PT Eval, Suharsono.

Dalam perkara tersebut, Bupati Lampung Selatan, Rycko Menoza SZP dan Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Selatan, Sutono, turut diperiksa oleh penyidik bagian Subdit IV tindak pidana tertentu (Tipiter) Krimsus Polda Lampung terkait MoU Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dengan PT Eval terkait masalah mitigasi bencana di Pulau Sebesi dan Gunung Anak Krakatau (GAK).

Antara lain,tentang pemberian kuasa pengelolaan mitigasi Gunung Anak Krakatau, izin pengangkutan dan penjualan. Lalu, tentang persetujuan survei  pengujian alat mitigasi dan penambangan pasir hitam.