Kasus Pencucian Uang Bandar Narkoba, Polda akan Panggil Bos Mitsubishi Lampung

  • Bagikan
Barang bukti narkoba yang disita Polda Lampung dari bandar narkoba jaringan Tegineneng pada 16 Mei 2016.

Zainal Asikin/Teraslampung.com


Direktur Narkoba Polda Lampung Kombes Pol Edi Swasono (kiri) dan Kapolda Lampung Brigjen Pol Heru Winarso dalam sebuah acara ekspose kasus narkoba, di Polda Lampung, beberapa waktu lalu. (Foto: Teraslampung.com/Zainal)

BANDARLAMPUNG – Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, akan memanggil Kepala Cabang (Kacab) Diler Mitsubishi Lampung untuk dimintai keterangan terkait penyelidikan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan tersangka Bandar Narkoba, Hamdani yang ditangkap di seaport interdectian (SI) Pelabuhan Bakauheni,  Lampung Selatan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Edi Swasono mengatakan, pemanggilan terhadap Kacab Mitsubishi tersebut untuk mendalami terkait uang hasil kejahatan tersangka Hamdani dalam menjalankan bisnis narkoba.

“Ya dalam waktu dekat ini, kami akan panggil Kacab Diler Mitsubishi sebagai saksi. Pemeriksaan mulai dari Kacabnya dulu, baru kemudian kebawahannya. Untuk mengenai surat pemanggilannya, sedang kami rencanakan,” kata Edi kepada teraslampung.com, Jumat (9/1).

Dikatakan Edi, dengan diperiksanya pihak Diler tersebut, yakni untuk mengetahui prosedur dalam pembelian satu unit kendaraan Mitsubishi Pajero milik tersangka Hamdani yakni yang diamankan beberapa waktu lalu. (Baca:  Bandar Narkoba dari Tegineneng Dijerat Pasal TPPU).

“Ya tidak menutup kemungkinan, dalam kasus Hamdani ini pihak Diler juga ikut terlibat dalam TPPU nya,” jelasnya.

Menurut mantan Wadir Krimsus Polda Lampung ini menuturkan, pemanggilan tersebut yakni guna mengklarifikasi informasi dan barang bergerak milik tersangka Hamdani yang ditemukan terkait dengan dugaan adanya pencucian uang.

“Memang, mobil itu dibeli atasnama tersangka Gopur. Tapi uang yang digunakan untuk membeli mobil itu, punya tersangka Hamdani. Makanya kami akan periksa pihak Dilernya,” tuturnya.

Sambil menunggu jadwal pemanggilan tersebut, pihaknya juga masih mencari aset-aset lain milik Hamdani yang diduga masih ada. (Baca: Tujuh Tersangka Anggota Jaringan Narkoba Lampung Ditangkap).

“Yang baru ketahuan, satu unit mobil Pajero dan satu buah rumah yang. Berada di Desa Kejadian, Tegineneng, Pesawaran dan rumahnya sudah kami segel. Tapi kami akan kroscek kembali rumah itu,” jelasnya.

Diakuinya, pihaknya masih terus berupaya mendalami kasus tersebut.Polda menduga ada kerjasama antara pihak Diler dengan tersangka Hamdani. Maka, ditegaskannya, kemungkinan besar pihak Diler bisa dikenakan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (Baca:Polisi Gabungan Sergap Bandar Narkoba di Tegineneng dan Natar).

“Bisa saja mereka (Diler) terlibat dalam kasus TPPU nya. Kami sudah menggali keterangan dari tersangka Hamdani untuk mencari tahu dari mana mobil itu dibelinya,” kata dia.

Menurut  Edi Swasono, selain dijerat pasal narkotika, Hamdani juga dikenakan pasal 3 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Diterapkannya pasal TPPU tersebut, lantaran ditemukan sejumlah barang bukti mobil mewah milik tersangka Hamdani yang diduga dari hasil bisnis narkoba.

“Kami menyita beberapa barang bukti milik tersangka seperti mobil Mitsubishi Pajero warna putih, rumah senilai Rp500 juta, serta uang tunai sebesar Rp27 juta. Kami menduga, semuanya itu adalah dari hasil penjualan narkoba. Karena setiap mengedarkan narkoba, tersangka mendapatkan penghasilan mencapai Rp500 juta per bulan,”tandasnya. (Baca: Bandar Besar Narkoba di Lampung Dibekuk Polisi).

Hamdani ditangkap bersama dua rekannya yaitu Evi (28) dan GP (24), keduanya warga Branti, Natar, Lampung Selatan di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Setelah itu, Ditnarkoba Polda Lampung melakukan penggrebekan di rumahnya di Desa Kejadian,Tegineneng, Kabupaten Pesawaran.

Ditempat tersebut petugas menemukan barang bukti ratusan pil ekstasi dan puluhan gram sabu, satu timbangan didigital serta satu unit mobil sedan timor warna merah milik HO (buron).

  • Bagikan
You cannot copy content of this page