Beranda Hukum Kriminal Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Siap Disidangkan

Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Siap Disidangkan

1741
BERBAGI
Alfin Andiran (24) tersangka penusukan pendakwah kondang Syekh Ali Jaber saat pelimpahan di Kejaksaan negeri (Kejari) Bandarlampung, Senin (26/10/2020).
Alfin Andiran (24) tersangka penusukan pendakwah kondang Syekh Ali Jaber saat pelimpahan di Kejaksaan negeri (Kejari) Bandarlampung, Senin (26/10/2020).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Dinyatakan lengkap (P 21), penyidik Satreskrim Polresta Bandarlampung melakukan pelimpahan tahap dua Alfin Andiran tersangka penusuk pendakwah kondang Syekh Ali Jaber dan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung, Senin (26/10/2020).

Pantauan teraslampung.com, remaja 24 tahun warga Jalan Tamin Gang Kemiri RT 07 Lk 01, Kelurahan Sukajawa, Tanjungkarang Barat tersangka penusukan Syekh Ali Jaber tiba di Kejari Bandarlampung sekitar pukul 11.25 WIB dengan didampingi kuasa hukumnya Hi. Ardiansyah atau yang akrab disapa Bang Aca dan rekan.

Dengan mengenakan kaus dan celana berwarna merah dan juga mengenakan masker dengan tangan diborgol, tersangka Alfin dibawa masuk ke ruangan pemeriksaan berkas perkara Kejari Bandarlampung.

Sebelum memasuki ruang pemeriksaan, tersangka A;fin ketika ditanya awak media enggan berkomentar banyak dan hanya sekali menjawab singkat kalau keadaanya dirinya dalam keadaan baik dan sehat.

Setelah hampir tiga jam berada di ruang pemeriksaan pelimpahan berkas perkara Kejari Bandarlampung, tersangka Alfin keluar dari ruangan tersebut. Alfin langsung dibawa oleh penyidik ke mobil tahanan, dan dititipkan kembali ke Polresta Bandarlampung.

Kepala Kejaksaan negeri (Kajari) Bandarlampung, Abdullah Noer Deny mengatakan, kondisi Alfin saat dilimpahkan oleh penyidik Satreskrim Polresta Bandaralampung dalam kondisi baik baik-saja dan sehat.

“Ya hari ini kami terima pelimpahan berkas perkara dan tersangka dari penyidik Polresta Bandarlampung dan kami nyatakan lengkap,”ujarnya kepada wak media, Senin (26/10/2020).

Dari pelimpahan tersangka dan barang bukti tersebut, kata Abdullah Noer Deny, nantinya JPU akan melimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang.

“Kita akan segera limpahkan berkas perkaranya ke PN, paling cepat awal bulan depan kami limpahkan untuk segera disidangkan,”ungkapnya.

Dikatakannya, terkait penahanan tersangka Alfin, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polresta Bandarlampung dikarenakan saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19 sehingga tersangka kembali dititipkan ke tahanan Mapolresta Bandarlampung.

“Setelah pelimpahan ini, penahanan tersangka Alfin kami titipkan lagi ke Polresta Bandarlampung,”katanya.

Menurutnya, berdasarkan peraturan Kementerian Hukum dan HAM, untuk sementara sampai dengan Covid-19 ini berlalu tahanan penuntut umum setelah P21 masih di penyidik atau belum bisa dititipkan ke rumah tahanan (Rutan) dan Lembaga pemasyarakatan (Lapas).

“Jadi untuk saat ini, tersangka Alfin kami titipkan lagi ke tahanan ke Mapolresta Bandarlampung. Setelah berjalan proses sidangnya, barulah tersangka Alfin akan dititipkan ke Rutan atau Lapas,”bebernya.

Saat disinggung terkait pasal dan berapa jaksa yang ditunjuk akan menyidangkan tersangka Alfin dalam kasus penusukan pendakwah kondang Syekh Ali Jaber tersebut, Kajari Bandarlampung, Abdullah Noer Deny menegaskan, jaksa yang ditunjuk tetap tujuh orang jaksa.

Ia juga mengatakan, dalam perkara tersebut tidak ada perubahan pasal tuntutan terhadap tersangka Alfin yang dituntut pasal berlapis yakni Pasal 338, 340, 351 ayat 1 dan 2 serta UU darurat kepemilikan senjata tajam.

“Untuk jaksa tidak akan berubah tetap tujuh orang, begitu juga mengenai pasal yang disangkakan. Yang jelas penuntutan semaksimal mungkin sampai perbuatan tersangka sekecil mungkin, tinggal pembuktian nanti di persidangan,”terangnya.

Mengenai saksi, lanjut Abdullah Noer Deny, pihaknya akan menghadirkan dan memeriksa sekitar 15 orang saksi termasuk saksi korban Syekh Ali Jaber. Namun dihadirkannya atau tidak saksi korban dalam persidangan nanti, masih melihat perkembangan karena saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Kalau mengacu pada ketentuan KUHP, saksi korban memang harus dihadirkan. Tapi karena situasinya Covid-19, ada kemungkinan bisa hadir atau tidak dan bisa dilakukan melalui video conference,”ucapnya.

Dia menambahkan, mengenai kemanan dalam proses persidangan nanti, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

“Untuk pengamanan sidang kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Namun sidang itu apakah digelar secara langsung atau melalui daring (online). Saat ini kami masih koordinasi dengan pengadilan mengenai hal tersebut,”pungkasnya.

Sementara Hi Ardiansyah selaku kuasa hukum Alfin Andrian tersangka penusukan Syekh Ali Jaber saat ditemui usai melakukan pendampingan kilennya menyatakan, tidak ada kiat khusus untuk mendampingi kliennya tersebut saat persidangan nanti dan pihaknya akan menyampaikan sesuai fakta persidangan.

“Seperti halnya kondisi Alfin juga bagaimana mengenai dia (alfin), sehingga nantinya bisa menjadi pertimbangan majelis hakim mengambil keputusan,”ujarnya.

Menurutnya, perkara ini sebenarnya biasa, lantaran korbannya sebagai tokoh agama dan pendakwah kondang sehingga kasusnya mendapat perhatian serius publik.

Saat disinggung mengenai motif sebenarnya tersangka alfin melakukan penusukan, Hi Ardiansyah atau yang akrab disapa Bang Aca ini mengatakan, terkait motif mungkin ada perbedaan antara pihaknya dengan penyidik.

“Mengenai motif mungkin ada perbedaan dengan kami, kalau kami motifnya ungkapan dari Alfin psikologisnya labil,”katanya.

Kemudian saat disinggung apakah pihaknya akan meminta majelis hakim untuk menghadirkan saksi korban Syekh Ali Jaber. Bang Aca kembali mengatakan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin meminta saksi korban untuk dihadirkan. Mengingat kasus ini, mendapat perhatian publik dan banyak kalangan.

“Sejak awal kami betul-betul agar perkara ini dibuka secara luas, terang, transparan begitu juga dengan prosesnya. Publik agar bisa melihat bagaimana perkara ini terjadi, apakah benar ada dalang maka semua akan terungkap,”pungkasnya.