Beranda Hukum Kasus Penyerobotan Tanah, Polda akan Panggil Bupati Tanggamus

Kasus Penyerobotan Tanah, Polda akan Panggil Bupati Tanggamus

236
BERBAGI
Juru bicara Syahrani, Dede Supriyadi, menjelaskan perkembangan kasus dugaan penyerobotan tanah kepada para wartawan.

TERASLAMPUNG.COM — Dugaan penyerobotan lahan warga yang diduga dilakukan oleh Bupati Tanggamus memasuki babak baru.  Polda Lampung akan segera panggil Bupati Tanggamus dan para pihak lain yang dilaporkan oleh korban penyerobotan lahan dalam waktu dekat.

“Pihak kepolisian yang menangani kasus ini sudah menindaklanjuti dinaikan ke tahap lidik (penyelidikan). Selanjutnya akan memanggil terlapor yaitu Bupati Tanggamus dan Kadis PUPR, ” kata Dede Supriyadi,  juru bicara  pelapor saat mendatangi Polda Lampung, Selasa (23/7/2019).

Dede mengatakan, jika perkara ini tidak ditanggapi, pihaknya akan melaporkan ke Kejagung terkait dugaan indikasi KKN di Kabupaten Tanggamus.

“Selain soal dugaan penyerobotan tanah, kami juga akan melaporkan Bupati Tanggamus ke Kejaksaan Agung, diduga adanya pelaku korupsi di Tanggamus,” terangnya.

Pihaknya juga mengapresiasi Kapolda Lampung dan optimis perkara ini dapat dituntaskan hingga akar-akarnya.

“Jadi kalau masih mereka tidak mau juga menanggapi persoalan ini, kita tidak akan diam di sini kita akan tentu proses hukum sampai yang setinggi-tingginya kita bisa yakin dan percaya bahwa Polda Lampung untuk kasus yang kita laporkan penyerobotan tanah tertanggal 17 Juni akan tuntas. Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolda, ” tegasnya.

Sementara itu, Dirkrimum Polda Lampung Kombes Pol Barly Ramadhany saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya akan memanggil pihak terlapor.

“Kita akan panggil terlapor dan kasusnya dinaikkan kepenyelidikan, ” katanya.

Sebelumnya pada Selasa lalu (16/7/2019), seorang warga bernama Sahrani, warga Banjar Negeri, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus, melapokan sejumlah petinggi Pemerintah Kabupaten Tanggamus ke Polda Lampung. Para pejabat Tanggtamus itu dilaporkan terkait kasus dugaan penyerobotan tanah warga seluas 130 meter untuk pembangunan Jembatan Way Pring.

Pihak yang dilaporkan antara lain  Bupati Tanggamus Dewi Handjani, Kepala Dinas PUPR Riswandi Junaidi, Camat Punggung Hardasah, Mantan Lurah Way Pring Wahyudi.

Pelaporan dilakukan lantaran adanya dugaan penyerobotan tanah seluas 130 meter atas nama Syahrani warga Banjar Negeri, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus, yang dilakukan para pejabat serta aparatur di Kabupaten Tanggamus.

Tanah tersebut terletak di Pekon Banjar Negeri, Dusun V / Sukamara, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus. Di atas tanah tersebut ada tanaman kelapa dan pisang.

“Tetapi bila pembangunan jembatan itu selesai, luas tanah yang terkena pembangunan diperkirakan mencapai 500 meter,” Dede.

 

Loading...