Beranda Hukum Kriminal Kasus PNS Pemalsu SK Palsu Segera Disidangkan

Kasus PNS Pemalsu SK Palsu Segera Disidangkan

221
BERBAGI
Ilustrasi

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Penyidik Subdit 1Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Lampung telah melimpahkan tahap II (tersangka dan barang bukti) kasus pemalsuan Surat Keputusan (SK) palsu mutasi pegawai, Agus Hermawan (39) PNS Staf Korpri Pemkot Bandarlampung ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Kamis (19/3).

Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih mengatakan, pelimpahan tahap II tersangka pembuat SK mutasi pegawai palsu (bodong), Agus Hermawan (39) warga Jalan Panglima Polim, Kelurahan Segalamider, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung sudah dilimpahkan oleh penyidik Subdit 1 Dirkrimum Polda lampung ke Kejaksaan Tinggi.

(Baca: Palsukan 263 SK, Oknum PNS Dinas Korpri Raup Rp 300 Juta)

“Ya sudah dilimpahkan tahap II (tersangka dan barang bukti) ke Kejati Lampung, Kamis (19/3) kemarin setelah berkasnya dinyatakan lengkap dari jaksa peneliti,”kata Sulis, Jumat (20/3).

Terpisah, Kasipenkum Kejati Lampung, Yadi Rachmat saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa  pihaknya telah menerima pelimpahan tahap II (tersangka dan barang bukti)tersangka pembuat SK mutasi pegawai palsu (bodong) dari penyidik Polda Lampung. Saat ini, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) tengah mempersiapkan surat dakwaannya.

Baca: Kasus SK Bodong, Oknum PNS BKD Terancam 7 Tahun Penjara

“Pelimpahan tahan II nya, tersangka dan barang bukti sudah kami terima, Kamis (19/3) kemarin. JPU sedang membuatkan surat dakwaannya, agar segera dapat dilimpahkan untuk disidangankan. Pelimpahannya, ya selisihnya gak lama dari pelimpahan tahap II anggota DPRD Pesawaran, Jhony Corne,”kata Yadi, Jumat (20/3).

Dikatakannya, tersangka pemalsu SK mutasi pegawai akan dijerat dengan Pasal berlapis. “Pasal 263 ayat (1) dan Pasal 266 KUHP tentang pemalsuan surat, dengan ancaman pidana penjara enam tahun kurungan,”jelasnya.

Sebelumnya kasus ini bermula atas laporan seorang PNS Lampung yang menjadi korban penipuan Surat Keputusan (SK) mutasi palsu yang dilakukan oleh tersangka Agus Hermawan yang merupakan pegawai di BKD Lampung. Tersangka melakukan tindakan pemalsuan SK palsu tersebut seorang diri sejak tahun 2012 lalu dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 300 juta.

Dalam pembuatan SK palsu itu, tersangka mendapat upah dari 19 korbannya bervariasi yakni, dari Rp 6 juta hingga Rp 15 juta. Uang dari hasil kejahatan, sudah habis digunakan tersangka untuk kebutuhan sehari-hari.

Tersangka Agus, ditangkap aparat Polda Lampung di sebuah warung internet (Warnet) di Jalan Sukardi Hamdani, Palapa, Labuhan Ratu, dekat kampus Universitas Bandar Lampung (UBL), Kamis (5/2) lalu. SK yang dipalsukan tersangka, SK Gubernur Lampung Sjahroedin ZP dan M Ridho Ficardo, SK Walikota Bandarlampung, Herman HN dan SPT Kadis Pendidikan (Kadisdik) Kota Bandarlampung.

Dari tangan Agus, polisi menyita barang bukti berupa 20 stempel (cap) palsu, 80 lembar blangko kosong berlogo garuda emas, satu unit printer, satu bundel berkas SK mutasi, satu unit sepeda motor Honda Beat.