Beranda Hukum Kasus Proyek Alkes, Kejati Kirim Surat Pemanggilan Keempat untuk Kadiskes Lampung

Kasus Proyek Alkes, Kejati Kirim Surat Pemanggilan Keempat untuk Kadiskes Lampung

657
BERBAGI
Kepala Dinas Kesehatan Lampung, dr. Reihana
Kepala Dinas Kesehatan Lampung, dr. Reihana

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung mengirimkan surat panggilan keempat kalinya kepada Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Lampung, dr. Reihana, untuk dimintai keterangannya sebagai saksi di persidangan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) tahun 2012. Sebelumnya, Reihana sudah tiga kali dipanggil Kejati, tetapi selalu mangkir.

“Kami sudah layangkan surat panggilan keempat kepada yang bersangkutan (reihana), hari ini Senin (1/2/2016),”kata Kasipenkum Kejati Lampung, Yadi Rachmat.

Yadi mengutarakan, surat panggilan keempat tersebut dilayangkan kepada Reihana, untuk hadir dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungkarang, guna memberikan keterangan sebagai saksi terhadap tiga terdakwa yakni Sudiyono (PNS Dinas Kesehatan Provinsi Lampung), Alvi Hadi Sugondo (Direktur PT. Karya Pratama) dan Buyung Abdul Aziz (Marketing PT. Karya Pratama).

“Jadi dalam aturannya, tiga hari sebelum persidangan dimulai surat harus sudah dikirimkan,”terangnya.

Menurut Yadi, tidak hanya Reihana saja yang kerap mangkir dalam persidangan untuk memberikan kesaksian. Namun, beberapa saksi lain juga tidak memenuhi panggilan untuk memberikan kesaksian di persidangan.

“Ada memang beberapa saksi penting, tapi saksi itu tidak datang. Kami juga akan panggil saksi-saksi itu, karena kesaksian mereka sangat penting,”ujarnya.

Semua keterangan saksi dipersidangan itu, kata Yadi, merupakan salah satu bukti untuk memperkuat dalam penuntutan.

“Upaya pemanggilan saksi-saksi masih terus kami upayakan, mengingat mereka itu hanya berstatus saksi,”ungkapnya.


BACA: Sidang Korupsi Proyek Alkes, Kadis Kesehatan Lampung Kembali Mangkir Jadi Saksi

Menurutnya, pihaknya pun tidak bisa melakukan upaya untuk melakukan penjemputan secara paksa dalam pemanggilan saksi-saksi tersebut.

“Ya kalau memang ada perintah dari majelis hakim untuk wajib menghadirkan saksi-saksi itu, kami akan laksanakan,”katanya.

Diketahui, pada sidang korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes), pada Kamis (28/1) lalu. Ketua tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deddy, mengatakan, sudah tiga kali mengirimkan surat panggilan kepada Reihana. Namun, Reihana selalu mangkir dalam persidangan untuk memberikan kesaksian dengan berbagai alasan.

Loading...