Beranda Hukum Kasus Proyek Jalan di Dinas DKP, Kejari Tetapkan Empat Tersangka

Kasus Proyek Jalan di Dinas DKP, Kejari Tetapkan Empat Tersangka

217
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Ilustrasi korupsi

BANDARLAMPUNG- Kejaksaan Ngeri (Kejari) Bandarlampung menetapkan empat tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan kampung di Gudang Lelang, di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bandarlampung tahun 2012 dengan nilai anggaran sebesar Rp1,4 miliar.

Keempat orang yang ditetapkan tersangka adalah, berinisial MI selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan menjabat sebagai Kasi di Dinas DKP; SA merupakan Direktur CV AFA; AR selaku Konsultan Pengawas dari CV PTC dan BA Konsultan Perencanaan dari CV DC. Para tersangka, diduga merugikan negara sekitar Rp400 juta.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandarlampung, Widiyantoro melalui Kasipidsus Kejari Fredy Simanjuntak mengatakan, penetapan keempat orang itu sebagai tersangka, setelah tim dari penyidik Kejari melakukan gelar perkara diruang Kepala Kejari Bandarlampung, Selasa (9/6/2015).

“Dari hasil gelar perkara dan bukti-bukti yang cukup, akhirnya dapat disimpulkan bahwa empat orang tersangka berinisial MI, SA, AR dan BA. Keempat orang itulah yang diduga kuat paling yang bertanggung jawab dalam pengerjaan proyek jalan Kampung Gudang Lelang di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bandarlampung,”kata Fredy, Selasa (9/6).

Fredy menjelaskan, pada perkara ini nilai kontrak untuk CV AFA sebesar Rp 1,4 miliar lebih. Sedangkan untuk Konsultan Pengawas sebesar Rp 29 juta dan Konsultan Perencanaan sebesar Rp 49 juta. Namun pada kenyataannya, nilai-nilai kontrak tersebut ternyata tidak sesuai dengan apa yang terjadi dilapangan.

“Kami temukan ada pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak, ada volume yang kurang dan  beton pun tidak sesuai dengan fakta dilapangan. Selain itu juga, panjangnya jalan pun tidak sesuai dengan nilai kontrak yang ada,”terangnya.

Dikatakannya, selama melakukan penyelidikan dan penyidikan perkara Jalan Kampung Gudang Lelang tersebut, pihaknya sudah memeriksa 20 orang saksi. Rencanaya, dalam waktu dekat penyidik akan kembali memeriksa para saksi-saksi tersebut.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun keempatnya tidak dilakukan penahanan. ketika ditanya mengenai hal tersebut, Fredy mengatakan, bahwa pihaknya terlebih dahulu memeriksa keempatnya sebagai tersangka.

“Rencananya, nanti kita panggil dulu keempatnya sebagai tersangka untuk dimintai keterangannya. Nah mereka ini, nanti kooperatif apa tidak kalau memang tidak kooperatif ya kita tahan,”tegasnya.

Menurut Fredy, dalam perkara dugaan korupsi proyek jalan di Gudang Lelang tersebut, tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru.

“Ya siapa tahu, nantinya ada perkembangan baru dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain yang ikut terlibat dalam kasus tersebut,” tandasnya.

Ditambahkannya, untuk nilai kerugian negara yang ditimbulkan berdasarkan perhitungan sementara, kerugian negara mencapai sekitar Rp 400 juta.

“Kerugia senilai Rp 400 juta itu perhitungan kita, tapi kita sudah meminta kepada BPKP Lampung untuk menghitung kembali mengenai kerugian negaranya berapa yang ditimbulkan,” tandasnya.

Loading...